Peras Korban Kecelakaan, Dua Polisi Ini Dijemur Komandan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Bojonegoro - Gara-gara meminta duit kepada pengguna jalan yang mengalami kecelakaan, dua polisi lalu lintas Kepolisian Resor Bojonegoro dijemur di lapangan saat apel, Senin, 25 Mei 2015. Keduanya masih menunggu sanksi lanjutan dari atasan yang berhak menghukum.

    Dua polisi lalu lintas itu berinisial HS, berpangkat ajun inspektur satu, dan FD, berpangkat brigadir. Mereka dipisahkan dari anggota lain saat digelar apel pagi. Setelah apel selesai, mereka tetap disuruh berdiri hingga 30 menit dan disaksikan orang-orang yang sedang berada di Polres Bojonegoro.

     “Mereka dihukum agar jera dan tidak mengulangi perbuatan,” ujar Kepala Polres Bojonegoro Ajun Komisaris Besar Hendri Fiusher, Senin, 25 Mei 2015.

    Menurut Hendri, dua anggota jajarannya itu terindikasi meminta uang Rp 1 juta kepada orang yang sedang berselisih akibat kecelakaan lalu lintas. Rupanya diam-diam ada orang yang melaporkan ulah dua polisi tersebut ke pimpinan mereka.

    "Pada intinya, hukuman itu bentuk pembinaan terhadap anggota yang bertindak di luar aturan. Kalau salah, ya dihukum,” kata perwira menengah peraih penghargaan Adhi Makayasa Akademi Kepolisian RI itu.

    Dalam waktu dekat, ujar Hendri, dua polisi nakal itu akan dihadapkan pada sidang Divisi Profesi dan Pengamanan Polres Bojonegoro. Bila mereka terbukti bersalah, sanksi yang dijatuhkan bisa bermacam-macam. "Bisa hanya ditegur, ditunda kenaikan pangkatnya, hingga dimasukkan ke sel."
     
    Di satu sisi, kata Hendri, pihaknya memberikan reward kepada polisi yang mampu mengungkap kasus besar atau yang tindakannya menjadi teladan bagi polisi lain. ”Saya berupaya bersikap profesional,” katanya.

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.