Razia Syariat di Banda Aceh, Tiga Perempuan ABG Diciduk  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personil Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) mengamankan sejumlah perempuan yang terjaring razia di tempat hiburan pada malam pergantian tahun masehi di Banda Aceh, Aceh (1/1). Muspida kota Banda Aceh dan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) melarang perayaan pergantian tahun masehi 2013 ke 2014 bagi warga muslim di provinsi yang telah memberlakukan hukum Syariat Islam itu. ANTARA/Irwansyah Putra

    Personil Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) mengamankan sejumlah perempuan yang terjaring razia di tempat hiburan pada malam pergantian tahun masehi di Banda Aceh, Aceh (1/1). Muspida kota Banda Aceh dan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) melarang perayaan pergantian tahun masehi 2013 ke 2014 bagi warga muslim di provinsi yang telah memberlakukan hukum Syariat Islam itu. ANTARA/Irwansyah Putra

    TEMPO.CO, Banda Aceh - Polisi syariah (Wilayatul Hisbah) Kota Banda Aceh merazia hotel, kafe, dan warung pada Sabtu-Minggu subuh, 24-25 Mei 2015. Hasilnya, sejumlah pasangan nonmuhrim yang diduga berbuat mesum ditangkap.

    Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal memimpin langsung razia tersebut. Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota Banda Aceh Ajun Komisaris Besar Sugeng Hadi S. ikut dalam razia. “Dalam ajaran Islam, tidak diperbolehkan mendekati perbuatan yang dilarang Allah. Harus dicegah,” kata Wali Kota Illiza.

    Lokasi pertama yang dirazia adalah kafe plus karaoke di kawasan Simpang Lima. Di sana, petugas menciduk sepuluh wanita, lima pria, dan satu waria. Mereka didapati berada di ruang karaoke dengan pasangan nonmuhrim hingga larut malam.

    Mereka dibawa ke kantor Wilayatul Hisbah untuk diberi nasihat dan peringatan. Illiza memberikan teguran keras kepada pemilik kafe itu karena menyediakan tempat bagi orang-orang yang dinilai akan berbuat maksiat.

    Selanjutnya, rombongan merazia warung kopi di kawasan Lamnyong yang sedang menggelar turnamen batu domino. Di sana, Illiza mendatangi langsung para pengunjung yang sedang asyik bermain domino dan membubarkan mereka. "Domino menjurus judi yang dilarang Allah," kata Illiza.

    Mereka juga merazia dua hotel di kawasan Lueng Bata. Hotel pertama yang disambangi tim dinyatakan bersih lantaran tidak ditemukan pelanggaran syariat di sana. Namun, di hotel kedua, petugas mendapati tiga pasangan muda-mudi di salah satu kamar di lantai dua hotel.

    Menurut Asisten III Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh M. Nurdin, saat diinterogasi petugas, tiga wanita muda yang diciduk itu mengaku hanya mampir sebentar ke kamar rekan pria mereka. M. Nurdin mengatakan mereka tidak dapat menunjukkan kartu identitas apa pun. “Guna pemeriksaan lebih lanjut, keenam remaja tanggung itu 'diamankan' petugas,” ujarnya.

    ADI WARSIDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.