Kapolda Aceh: Sisa Anggota Kelompok Bersenjata Sekitar 20 Orang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penjahat bersenjata atau terorist. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi penjahat bersenjata atau terorist. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Banda Aceh - Kepala Kepolisian Daerah Aceh Inspektur Jenderal Husein Hamidi mengungkapkan anggota kelompok bersenjata yang diduga dipimpin Din Minimi saat ini masih tersisa sekitar 20 orang.

    “Identitas mereka telah ada pada kami. Mereka telah ditetapkan masuk DPO (daftar pencarian orang),” kata Husein dalam konferensi pers di Markas Polda Aceh, Senin, 25 Mei 2015.

    Husein optimistis mereka bisa ditangkap. Menurut dia, aparat kepolisian bersama TNI terus memburu mereka, yang kerap melakukan kejahatan kriminal, seperti perampokan dan penculikan.

    Menurut Husein, hingga saat ini 23 anggota kelompok itu telah ditangkap. Mereka ditangkap dalam beberapa operasi penyergapan yang dilakukan polisi dan TNI di Kabupaten Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Besar, dan Pidie.

    Di antara mereka yang telah ditangkap, kata Husein, ada yang berperan langsung melakukan tindakan kriminal. Ada pula yang baru bergabung dengan motif membantu kegiatan kelompok bersenjata itu. Saat penangkapan dilakukan, ada anggota kelompok itu yang tewas.

    Dua penangkapan terbaru terjadi di Kabupaten Pidie pada Rabu malam, 20 Mei 2015, dan Minggu dinihari, 24 Mei 2015. Empat orang tewas dan dua lainnya ditangkap dalam keadaan hidup.

    Kelompok bersenjata itu, kata Husein, memiliki 30 pucuk senjata api pelbagai jenis. Namun, dalam operasi, 15 pucuk di antaranya disita.

    Jenis senjata yang disita terdiri atas AK, M-16, pistol FN, pistol revolver, pelontar granat, dan sejumlah amunisi. “Seluruhnya berupa senjata lama yang kemungkinan besar merupakan sisa-sisa dari masa konflik,” ujar Husein sambil menunjukkan senjata-senjata itu kepada wartawan.

    Husein mengatakan hingga saat ini belum ditemukan indikasi politik di balik aksi kelompok bersenjata itu. “Yang kami ketahui, mereka sering melakukan perampokan dan penculikan, yang disertai permintaan tebusan berupa uang. Itu meresahkan masyarakat,” ucapnya.

    Husein mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan kelompok bersenjata di Aceh segera melapor kepada kepolisian terdekat. “Jangan sekali-kali terpengaruh bergabung dengan mereka,” katanya.

    ADI WARSIDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Memberangkatkan 529 Kloter pada Musim Haji 2019

    Pada musim haji 2019, Indonesia memberangkatkan 529 kelompok terbang, populer disebut kloter, yang akan dibagi dalam dua gelombang.