Gubernur Bengkulu Galang Sumbangan untuk Rohingya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang bocah imigran Rohingya, menerima kue dari relawan saat tiba di pelabuhan desa Julok di Kuta Binje, Aceh, 20 Mei 2015. REUTERS

    Seorang bocah imigran Rohingya, menerima kue dari relawan saat tiba di pelabuhan desa Julok di Kuta Binje, Aceh, 20 Mei 2015. REUTERS

    TEMPO.CO, Bengkulu - Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah turun langsung untuk menggalang sumbangan bagi imigran Rohingya dari ribuan jemaah dalam peringatan Isra Mikraj, Senin, 25 Mei 2015.

    Menggunakan kardus bekas minuman, Junaidi berkeliling menghampiri ribuan jemaah yang hadir dalam peringatan Isra Mikraj, yang juga dihadiri Kepala Kepolisian Daerah, Komandan Resor Militer, Kepala Kejaksaan Tinggi, dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Bengkulu, itu. Sejumlah pejabat pemerintah daerah dan siswa sekolah juga menghadiri perayaan ini.

    "Sumbangan ini sebagai bentuk keprihatinan kita kepada manusia perahu," kata Junaidi kepada jemaah setelah menggalang sumbangan, Senin, 25 Mei 2015.

    Dalam penggalangan dana tersebut, Junaidi berhasil mengumpulkan sumbangan sebesar Rp 17.260.500, yang akan diserahkan ke Pemerintah Provinsi Aceh. Junaidi berharap masyarakat Bengkulu secara umum dapat terlibat dalam kegiatan kemanusiaan ini.

    Menurut dia, Pemerintah Provinsi Bengkulu akan berkoordinasi dengan pemerintah Aceh dalam soal pengumpulan dana tersebut.

    Salah seorang siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Kota Bengkulu, Siska, mengatakan prihatin atas nasib warga Rohingya. Sebagai muslim dan umat manusia, Siska mengatakan, dia wajib membantu para pengungsi tersebut.

    "Kemanusiaan tidak mengenal suku bangsa dan agama. Siapa pun mereka, kita wajib membantu. Apalagi di antara para pengungsi tersebut banyak perempuan dan anak-anak," katanya.

    Terdapat lebih dari 1.000 imigran asal Myanmar yang terdampar ke Aceh dalam dua pekan terakhir. Mereka ditemukan nelayan sedang terapung di tengah lautan dalam keadaan kelaparan setelah meninggalkan negaranya yang sedang bergejolak dan diusir negara-negara lain yang disinggahi mereka.

    PHESI ESTER JULIKAWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka yang Dianggap Layak Jadi Menteri, Tsamara Amany Disebut

    Nama-nama yang dianggap layak menjabat menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf kuat beredar di internal partai pendukung pasangan itu. Tsamara Amany disebut.