Cerita Petinggi PDIP Saat Terima Gelar dari Kampus Berkley  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ijazah. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Ilustrasi ijazah. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.COJakarta - Ketua DPP Bidang Kehormatan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Komarudin Watubun adalah salah satu penerima gelar kehormatan doktor honoris causa dari University of Berkley. Belakangan terungkap bahwa ijazah yang dikeluarkan kampus itu palsu.

    Komarudin menyayangkan kasus ini baru diungkap sekarang. "Kenapa setelah mereka praktek puluhan tahun baru dipersoalkan?" kata Komarudin saat dihubungi, Senin, 25 Mei 2015.

    Dia mendesak polisi segera menindaklanjuti kasus ijazah palsu itu. Selain itu, Komarudin meminta Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi membentuk tim investigasi yang menyelidiki kampus-kampus ilegal.

    Komarudin menerima gelar doktor honoris causa pada rentang 2001-2002. Dia mendapat surat dari University of Berkley yang menyebutkan dirinya akan dianugerahi gelar kehormatan beserta argumen penguatnya.

    Tak hanya Komarudin, yang saat itu menjabat Ketua PDIP Papua, tiga orang Papua lainnya juga turut diberi gelar. Mereka bertolak ke Singapura untuk acara penganugerahan gelar tersebut. Di sana, ada puluhan orang dari berbagai negara yang juga diberi gelar kehormatan.

    Nama Komarudin termasuk dalam daftar 187 alumni program Doktor Administrasi Bisnis Lembaga Manajemen Internasional Indonesia. LMII mengklaim berafiliasi dengan University of Berkley, Michigan, Amerika Serikat. Belakangan diketahui ijazah yang dikeluarkan kampus itu palsu.

    Direktur LMII Liartha S. Kembaren membantah semua tuduhan atas dirinya. "Itu tidak benar, semua ada izinnya, komplet," ujar Liartha saat dihubungi.

    Walau begitu, dia tak bersedia menjelaskan lebih detail tentang lembaganya. Liartha meminta Tempo langsung datang ke kantornya untuk mengklarifikasi.

    MOYANG KASIH DEWIMERDEKA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.