Jokowi Batal Bertemu Mahasiswa, Ini Penjelasan Istana  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mensesneg Pratikno. TEMPO/Subekti

    Mensesneg Pratikno. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COJakarta - Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia batal dilaksanakan hari ini, Senin, 25 Mei 2015.

    Pratikno menjelaskan alasan pembatalan pertemuan karena jadwal acara Jokowi padat hingga sore hari. "Hari ini tak bisa diagendakan pertemuan,” katanya di Istana Negara, Senin, 25 Mei 2015.

    Kendati pertemuan dibatalkan, menurut Pratikno, aspirasi para mahasiswa sudah disampaikan kepada Jokowi oleh Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto dan Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Pandjaitan. Pratikno mengatakan Jokowi sebenarnya sudah menyiapkan waktu pertemuan dengan para mahasiswa pada 20 Mei 2015. Namun perwakilan mahasiswa baru mendatangi Istana pada 21 Mei. Padahal saat itu Jokowi berada di luar Jakarta.

    Ihwal salah satu tuntutan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia agar mengembalikan subsidi BBM dan tidak menyerahkan harga BBM pada mekanisme pasar, Pratikno menjelaskan Presiden Jokowi sudah menggarisbawahi bahwa semangat kebijakan BBM itu untuk mengalihkan dana subsidi ke hal-hal produktif. “Justru masyarakat bawah yang akan lebih merasakan manfaatnya,” ujar Pratikno.

    Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia mengemukakan sejumlah tuntutan yang akan disampaikan kepada Jokowi. Salah satunya mengembalikan subsidi BBM dan tidak menyerahkan harga BBM pada mekanisme pasar. Namun Jokowi menolak tuntutan itu.

    Jumat lalu, Luhut Binsar Pandjaitan berjanji bahwa Jokowi akan menemui perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia hari ini, Senin, 25 Mei 2015. Kecewa atas batalnya pertemuan, tagar #JokowiBohong sempat memenuhi media sosial Twitter.

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.