Warga Aceh Akan Terus Membantu Pengungsi Rohingya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah imigran Rohingya memakan sejumlah makanan saat dibawa dengan menggunakan truk militer, saat tiba di pelabuhan desa Julok di Kuta Binje, Aceh, 20 Mei 2015. REUTERS

    Sejumlah imigran Rohingya memakan sejumlah makanan saat dibawa dengan menggunakan truk militer, saat tiba di pelabuhan desa Julok di Kuta Binje, Aceh, 20 Mei 2015. REUTERS

    TEMPO.CO, Banda Aceh – Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Sosial diminta mengizinkan sementara waktu para pengungsi Rohingya dan Bangladesh tetap berada di Aceh. Pemerintah diharapkan memperhatikan nasib mereka dengan memberikan kebutuhan dan fasilitas.

    Permintaan tersebut disampaikan anggota parlemen Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, saat menerima kunjungan kerja Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meninjau keadaan pengungsi di kawasan Pelabuhan Kuala Langsa, Kota Langsa, Minggu, 24 Mei 2015. “Untuk sementara waktu, biarkan mereka ditampung di sini. Saya meminta pemerintah membantu memfasilitasi kebutuhan dan tempat yang layak,” kata Iskandar dalam keterangannya kepada Tempo, Senin, 25 Mei 2015.

    Permintaan agar para pengungsi tinggal sementara di Aceh sangat beralasan. Menurut Iskandar, warga Aceh mempunyai solidaritas yang tinggi dalam membantu mereka. Warga Aceh menyelamatkan mereka di laut kemudian berbondong-bondong membantu kebutuhan sehari-hari mereka setelahnya. “Walaupun tanpa dikoordinasi, warga Aceh langsung tergerak memberikan bantuan.”

    Semangat tersebut patut menjadi pemicu pemangku kekuasaan di Indonesia untuk mengambil langkah strategis dalam menyelamatkan masa depan para pengungsi. “Apa pun langkahnya, jaminan kehidupan para pengungsi harus jadi prioritas,” ujarnya.

    Pemerintah diminta terus mengambil langkah politik terkait dengan dugaan kekerasan yang diterima para imigran tersebut di daerah asal masing-masing. Termasuk mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa memfasilitasi serta menekan Myanmar dan Bangladesh bertanggung jawab penuh atas situasi yang terjadi.

    Sementara itu, Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Aceh Darlis Azis menuturkan pihaknya bersama Aliansi Masyarakat Aceh Peduli Rohingya (AMAPR) terus mengumpulkan bantuan untuk disalurkan kepada pengungsi Rohingya dan Bangladesh yang ditampung di beberapa tempat di Aceh. “Saya rasa, biarkan untuk sementara mereka di sini. Tidak ada masyarakat yang keberatan,” katanya.

    Darlis, yang baru saja mengunjungi lokasi penampungan untuk memetakan kebutuhan pengungsi, menyatakan dukungan pemerintah yang sangat diperlukan adalah penempatan mereka di tempat layak. “Seperti menyediakan shelter (barak) yang layak secepatnya. Sekarang sebagian mereka di tenda-tenda,” ucapnya.

    Dia mendukung upaya pemerintah memberikan perlindungan dan bantuan untuk sementara waktu kepada para pengungsi Rohingya dan Bangladesh yang terdampar di Aceh. 

    ADI WARSIDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka yang Dianggap Layak Jadi Menteri, Tsamara Amany Disebut

    Nama-nama yang dianggap layak menjabat menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf kuat beredar di internal partai pendukung pasangan itu. Tsamara Amany disebut.