Kantor Antara Tolak Hentikan Pameran Foto Reklamasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjung mengamati foto karya pewarta foto ANTARA Ismar Patrizki, di Galeri Foto Jurnalistik ANTARA, yang menampilkan 51 karya foto dengan tema

    Sejumlah pengunjung mengamati foto karya pewarta foto ANTARA Ismar Patrizki, di Galeri Foto Jurnalistik ANTARA, yang menampilkan 51 karya foto dengan tema "Laut Luka Blues" yang mengangkat fenomena pemuda Bali dalam menyuarakan pendapat tentang isu lingkungan di Bali. Jakarta 22 Mei 2015. ANTAR FOTO/Wahyu Putro

    TEMPO.COJakarta - Kantor berita Antara menolak untuk membatalkan pelaksanaan pameran foto bertajuk “Laut Luka Blues” yang bertema ragam opini masyarakat mengenai reklamasi pantai. Setelah sebelumnya PT Tirta Wahana Bali International menyampaikan permohonan kepada kantor berita Antara agar membatalkan acara tersebut. 

    Alasannya, Antara merupakan media pemberitaan milik pemerintah yang seharusnya bisa bersikap obyektif dan mendukung kebijakan pemerintah terkait dengan reklamasi untuk revitalisasi Teluk Benoa. “Suratnya sudah kami tolak, dan kami bukan lembaga aktivis yang kasar menggunakan kata-kata,” kata kurator foto di Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA), Oscar Motuloh.

    Oscar mengatakan kegiatan pameran akan tetap berlangsung hingga 28 Mei mendatang. Kegiatan yang digelar sejak 22 Mei tersebut menampilkan 51 foto karya fotografer kantor berita Antara, Ismar Patrizki. "Mereka sebelum mengirim surat bisa mendengar ada pameran itu dan bisa dengan lebih cerdas mengetahui pameran itu adalah opini foto," ujar Oscar saat dihubungi Tempo, Senin, 25 Mei 2015.

    Foto-foto yang disajikan dalam pameran tersebut, menurut Oscar, merupakan foto esai yang dibuat sang fotografer dalam mengumpulkan opini masyarakat terhadap suatu peristiwa. Secara teknis, pembuatan foto ini sendiri melibatkan orang-orang Bali untuk beropini soal kebijakan pemerintah terkait dengan reklamasi untuk revitalisasi Teluk Benoa. 

    "Foto esai adalah foto yang dibuat wartawan dengan menyertakan opininya, kalau berita memang harus obyektif," tutur Oscar. Meski Antara adalah media milik pemerintah, tak masalah menurut dia untuk menempatkan diri sebagai mitra pemerintahan yang kritis. Lagi pula, menurut Oscar, obyek-obyek foto dalam pameran tersebut masing-masing menuliskan pesan atau opininya berdasarkan pandangan masing-masing.

    AISHA SHAIDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Keunggulan Bahan Bakar Campuran Biodiesel B30 Saat Uji Coba

    Biodiesel B30 akan diluncurkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Desember 2019. Ini hasil B30 yang berbahan solar campur minyak kelapa sawit.