TERBONGKAR: Modus Jual-Beli Ijazah Gelar Universitas Berkley  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian memperlihatkan sejumlah ijasah lulusan universitas yang dipalsukan di Polrestabes, Makassar. TEMPO/Fahmi Ali

    Petugas kepolisian memperlihatkan sejumlah ijasah lulusan universitas yang dipalsukan di Polrestabes, Makassar. TEMPO/Fahmi Ali

    Pengakuan Haning

    Ketika Dharnita menanyakan asal-usul surat itu, Haning menyebutkan "SK menteri" itu ia peroleh dari perwakilan University of Berkley di Jakarta. "Satu paket dengan ijazah doktor dan transkrip nilainya," ujar Dharnita menirukan Haning.

    Dharnita dan kawan-kawan semakin curiga. Apalagi, menurut penelusuran mereka, University of Berkley tak mendapat akreditasi (pengakuan) dari Dewan Pendidikan Tinggi dan Departemen Pendidikan di Amerika Serikat. Universitas itu pun tak ada hubungannya dengan University of California, Berkeley.

    Pada 4 Agustus 2014, Dharnita membuat surat keterangan yang menyatakan "SK menteri" soal penyetaraan gelar doktor itu tidak sah. Belakangan, Dharnita menemukan bahwa surat keterangan yang ia keluarkan itu dipalsukan isi dan tanggalnya. Pada surat palsu tercantum "SK menteri" tentang penyetaraan gelar Haning itu sah. Tanggal surat itu pun diubah menjadi 27 Maret 2014.

    Kepada Tempo, Samuel Haning membantah telah memalsukan surat dan memakai gelar bodong. Dia mengaku memperoleh gelar doktor dari University of Berkley, Amerika, setelah menempuh perkuliahan jarak jauh. "Kartu mahasiswa saya punya. Kuliahnya pun ada," kata Haning. Meski begitu, Haning mengaku tak memakai lagi gelar doktor itu sejak Agustus tahun lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.