Sandiaga Uno Jajal Jalan Tol Cipali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sandiaga Uno. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Sandiaga Uno. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Purwakarta - Ratusan pelari dan pesepeda menjajal ruas jalan tol Cikopo-Palimanan dalam acara bertajuk “Cipali Duo Challenge”, yang digelar PT Lintas Marga Sedaya (LMS) selaku pemegang konsesi proyek jalan tol sepanjang 116 kilometer dengan nilai investasi Rp 12,5 triliun tersebut.

    Presiden Komisaris PT LMS Edwin Soeryadjaya dan Komisaris PT LMS Sandiaga S. Uno ikut ambil bagian dalam acara yang dilangsungkan di ruas tol Cikopo-Subang sejauh 90 kilometer tersebut. Menurut tim komunikasi PT LMS Zulka’rnain Noufal, lomba dibagi ke dalam dua kategori: sprint distance dan long distance. Sprint distance memadukan olahraga lari dengan sepeda. “Setiap peserta harus berlari sejauh 5 kilometer dan bersepeda sejauh 20 kilometer,” ujar Zulkarnain kepada Tempo, Ahad, 24 Mei 2015.

    Adapun long distance memadukan lari dengan sepeda yang bisa dilakukan oleh perseorangan ataupun duet. Atlet jarak tempuh lomba larinya harus menamatkan jarak tempuh sepanjang 21 kilometer dan bersepedanya sejauh 90 kilometer. “Pokoknya sangat menantang,” kata Noufal.

    Sandiaga Uno mengapresiasi pelaksanaan Cipali Duo Challenge, yang mendapat antusiasme dari para peserta, baik para atlet nasional maupun para ekspatriat. “Event ini kami jadikan spirit bagi LMS untuk mengoperasikan tol Cipali dengan baik dan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat sekitar dan ekonomi Indonesia,” kata Sandiaga.

    Wakil Direktur Utama PT LMS Hudaya Ariyantomengimbuhkan, event Cipali Duo Challenge tersebut sebagai media sosialisasi rencana pengoperasian jalan tol Cipali medio Juni 2015.

    ”Kami terus bekerja untuk memastikan tol Cipali segera beroperasi dan menjadi bagian dari solusi pemerintah buat mengurangi kemacetan musim mudik Lebaran,” ujar Hudaya.

    NANANG SUTISNA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.