Cara Wali Kota Risma Atasi Masalah Anak Putus Sekolah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah siswa SD Negeri Kyai Mojo yang mengikuti UN berbaris terlebih dahulu sebelum memasuki ruangan, di Yogyakarta, 18 Mei 2015. Ujian nasional tingkat sekolah dasar dilaksanakan hingga Rabu, 20 Mei 2015. TEMPO/Pius Erlangga.

    Sejumlah siswa SD Negeri Kyai Mojo yang mengikuti UN berbaris terlebih dahulu sebelum memasuki ruangan, di Yogyakarta, 18 Mei 2015. Ujian nasional tingkat sekolah dasar dilaksanakan hingga Rabu, 20 Mei 2015. TEMPO/Pius Erlangga.

    TEMPO.COSurabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kembali menggelar program tanggung jawab sosial kampus (campus social responsibility) 2015. Program ini digelar untuk merangkul anak putus sekolah di Kota Surabaya lewat pendampingan oleh mahasiswa supaya mereka tetap belajar.

    “Tahun ini masih sangat banyak, jumlahnya sekitar 215 anak putus sekolah,” kata Risma dalam sambutannya di Kebun Bibit Wonorejo, Rungkut, Surabaya, Ahad, 24 Mei 2015.

    Data itu, kata Risma, didapat dari temuan Dinas Sosial Kota Surabaya yang dilaporkan oleh ketua rukun tetangga dan rukun warga se-Surabaya. Ia menginstruksikan semua dinas agar terus mencari anak-anak yang putus sekolah di kelurahan dan kecamatan.

    “Program ini sangat bagus dan bisa dicontoh oleh daerah lain, sehingga tidak ada lagi anak yang putus sekolah,” katanya.

    Menurut Risma, semua anak berhak berhasil di berbagai bidang yang disukai. Mereka bisa menjadi orang sukses asalkan memiliki keyakinan dan kemauan untuk berjuang meraih kesuksesan itu. “Kalau kalian ngaku anaknya Bu Risma, tidak boleh gampang menyerah, angkat derajat diri dan orang tua kalian, kalian harus sekolah,” katanya.

    Risma mengapresiasi kepedulian para mahasiswa yang tergerak untuk ikut mencerdaskan anak bangsa melalui program ini. Alasannya, di zaman serbadigital ini, tidak mudah menemukan anak-anak muda yang masih peduli dengan orang lain. Karena itu, dia menyampaikan banyak terima kasih kepada para mahasiswa yang bersedia dengan tulus mendampingi anak-anak putus sekolah itu.

    “Saya tahu ini tidak mudah, tapi siapa lagi yang akan menyelamatkan anak-anak ini kalau bukan kita?” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya Supomo mengatakan 215 anak putus sekolah itu akan didampingi oleh para mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Surabaya. Pendampingan itu meliputi pendekatan psikologis dan pembelajaran yang dilakukan setiap minggu sekali,. Apabila anak merasa nyaman dan senang, intensitas pertemuannya bisa ditambah menjadi dua kali dalam seminggu.

    Adapun tujuan pendampingan ini adalah memberi motivasi kepada anak-anak dan mengarahkan mereka supaya bersekolah lagi di dekat rumah masing-masing. “Harapannya, yang pasti 215 anak ini bisa sukses semuanya,” katanya.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kasus Kartel Harga Tiket Pesawat Siap Disidangkan

    Komisi Pengawas Persaingan Usaha menduga mahalnya harga tiket pesawat disebabkan pasar oligopolistik. Citilink dan Lion Air diduga terlibat.