Budi Waseso: Pimpinan KPK Nanti Jangan Asal Tangkap  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komjen Pol Budi Waseso, menjadi salah satu nama calon Kapolri.  Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) telah menjaring enam komisaris jenderal yang akan diajukan menjadi pengganti Budi Gunawan, yang tidak kunjung dilantik sebagai Kapolri. ANTARA/M Agung Rajasa

    Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komjen Pol Budi Waseso, menjadi salah satu nama calon Kapolri. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) telah menjaring enam komisaris jenderal yang akan diajukan menjadi pengganti Budi Gunawan, yang tidak kunjung dilantik sebagai Kapolri. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO Jakarta - Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI Komisaris Jenderal Budi Waseso berharap panitia seleksi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi menghasilkan komisioner lembaga antirasuah yang berkompeten. 

    Bahkan Budi juga mengatakan anggota pansel harus menghasilkan komisioner KPK yang tidak asal menangkap orang yang dianggap melakukan korupsi. "Presiden kan memilih sembilan anggota pansel karena ada suatu alasan," kata Budi di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu, 23 Mei 2015. 

    "Yang penting pansel bisa menghasilkan anggota KPK yang profesional dan berpegang pada undang-undang kalau mau menangkap orang." 

    Budi berharap nantinya komisioner KPK bisa bekerja sama dengan Polri dalam memberantas tindak pidana korupsi. "Sesama penegak hukum pasti harus bekerja sama," ujarnya.

    Dua hari lalu, Jokowi mengumumkan sembilan nama anggota pansel pimpinan KPK. Semuanya merupakan perempuan dan berasal dari lintas profesi. Panitia ini diketuai oleh ekonom Destry Damayanti. Adapun anggotanya yakni Enny Nurbaningsih, Harkristuti Harkrisnowo, Betti Alisjahbana, Yenti Ganarsih, Supra Wimbarti, Natalia Subagyo, Diani Sadiawati, dan Meuthia Ganie-Rochman.

    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.