Bayi Merah Ini Tersangkut Jaring Nelayan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi. foxnews.com

    Ilustrasi bayi. foxnews.com

    TEMPO.CO , Makassar - Seorang warga Kelurahan Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Daeng Jarre, 35 tahun, menemukan jenazah bayi di sekitar Sungai Jeneberang, Jumat 22 Mei 2015.

    Jarre menemukan bayi tersebut di dalam kantung plastik berwarna hitam. Kantung itu tersangkut di jaring milik Jarre yang sehari-sehari bekerja sebagai nelayan.

    Pada orok yang masih merah itu ditemukan ari-ari yang masih melekat. "Karena kaget, saya langsung laporkan ke polisi," kata Daeng Jarre.

    Jarre mengaku bayi tersebut sudah menimbulkan bau tak sedap saat diangkat. Penemuan orok itu membuat heboh. Masyarakat langsung memadati tanggul sungai Je'neberang untuk melihat langsung penemuan bayi.

    Petugas Kepolisian Resor Gowa langsung membawa bayi itu ke Markas Polres Gowa. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Gowa, Ajun Komisaris Yunus mengatakan bayi itu diduga hasil dari hubungan gelap. "Diduga bayi ini dibuang sejak dua hari lalu," kata dia.

    Pada hari yang sama, seorang warga Kecamatan Tamalate, Makassar, Ikhsan, 48 tahun, menemukan jasad bayi perempuan yang dimasukkan ke dalam tas dan diletakkan di Jalan Daeng Ngeppe. Polisi tengah memburu pembuang jenazah bayi itu.

    "Jenazah bayi itu langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diperiksa. Soal pelakunya, itu masih dalam penyelidikan," kata Kepala Kepolisian Sektor Tamalate, Komisaris Suaib A Madjid. Kepolisian tengah melakukan pemeriksaan saksi-saksi yang mengetahui kasus pembuangan jenazah bayi perempuan tersebut.

    Kepada polisi, Ikhsan, mengatakan orang yang membuang jasad bayi adalah perempuan. Pria yang bekerja sebagai mandor itu melihat sosok perempuan dengan gerak-gerik mencurigakan yang membuang tas berwarna biru. Tak berselang lama, seorang buruh suruhan Ikhsan memeriksa tas dan mendapati mayat bayi perempuan yang masih berari-ari.

    "Saat menyimpan tasnya, perempuan itu sambil menelepon. Setelahnya, dia langsung naik pete-pete (mikrolet)," kata dia. Ciri-ciri perempuan yang membuang bayi itu, menurutnya berkulit putih, tinggi badan sekitar 160 sentimeter, perkiraan usia 25 tahun, memakai baju batik lengan panjang berwarna hitam-putih, celana panjang dan berjilbab coklat.

    AWANG DARMAWAN | TRI YARI KURNIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.