Umat Buddha Jawa Timur Kecam Penindasan Muslim Rohingya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengungsi etnis Rohingya di pantai Aceh, 20 Mei 2015. AP/S. Yulinnas

    Pengungsi etnis Rohingya di pantai Aceh, 20 Mei 2015. AP/S. Yulinnas

    TEMPO.COSurabaya - Organisasi kemasyarakatan Islam dan Budha se-Jawa Timur menggelar aksi unjuk rasa mengecam penindasan dan pembantaian etnis muslim Rohingya oleh mayoritas umat Budha Myanmar, Jumat, 22 Mei 2015. Organisasi dari dua agama itu menyuarakan rasa keprihatinannya di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya.

    Pengurus Wali Umat Buddha (Walubi) Jawa Timur, Romo Sunarto, mengatakan tidak ada ajaran dalam agama mana pun yang membolehkan melakukan penindasan terhadap umat agama lain. Karena itu, pihaknya mengutuk keras tindakan umat Budha Myanmar yang menindas minoritas muslim Rohingya.

    “Penindasan itu melanggar moralitas agama Buddha,” kata Sunarto. “Kami mendesak pemerintah pusat agar merumuskan solusi dan mendorong negara ASEAN untuk mendukung perdamaian.”

    Sunarto berharap Indonesia melaporkan kasus pembantaian etnis Rohingya tersebut ke Perserikatan Bangsa-Bangsa agar dilakukan investigasi dan pengusutan. Dia ingin para oknum yang bersalah di Myanmar dihukum berat. “Semoga semua makhluk bahagia dan terbebas dari kebencian,” tuturnya.

    Koordinator pengunjuk rasa dari Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur, Andry Dewanto Ahmad, menjelaskan, dalam aksi keprihatinan tersebut, dia menggandeng berbagai elemen masyarakat. Di antaranya Fatayat Nahdlatul Ulama, Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama, Ikatan Pemuda Nahdlatul Ulama, Majelis Agama Buddha, Walubi, dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. “Sudah ribuan jiwa melayang sia-sia,” ucapnya. 

    Andry mendesak pemerintah secara terbuka mencabut hubungan bilateral dengan Myanmar sebagai bentuk protes. Misalnya, dengan menarik Duta Besar Indonesia untuk Myanmar dan melayangkan gugatan ke PBB. “Pemerintah juga harus mendukung Gubernur Aceh (yang ketempatan pengungsi Rohingya) dan mengajak masyarakat untuk membantu etnis Rohingya,” ujarnya. 

    Massa pengunjuk rasa juga membentangkan poster berisi kecaman terhadap pemerintah Myanmar. Di antaranya bertuliskan, “Boikot Myanmar, Save Rohingya." Puas berdemonstrasi, massa meninggalkan lokasi dengan tertib.

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diduga Ada Enam Perkara Di Balik Teror Terhadap Novel Baswedan

    Tim gabungan kepolisian menyebutkan enam perkara yang ditengarai menjadi motif teror terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan.