Perempuan Jadi Pansel KPK, Jokowi Dipuji Netizen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Tim Panitia Seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Yenti Garnasih. TEMPO/Subekti

    Anggota Tim Panitia Seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Yenti Garnasih. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COJakarta - Keputusan Presiden Joko Widodo memilih sembilan anggota Panitia Seleksi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi yang semuanya perempuan diapresiasi positif oleh netizen. Diskusi atau perbincangan seputar Pansel mendominasi media sosial sejak Jokowi mengumumkannya pada Kamis, 21 Mei 2015,

    Berbarengan dengan pengumuman itu, PoliticaWave melakukan pemantauan isu tersebut. Hasilnya, ada lonjakan percakapan hanya dalam kurun waktu 24 jam, mencapai 24.574 percakapan dan berasal dari 5.553 akun dengan jangkauan percakapan sebesar 66,5 juta percakapan. Adapun jumlah pemberitaan di situs media online terkait dengan Pansel sebanyak 499 berita. 

    Hingga tulisan ini diturunkan, tema tersebut masih menjadi topik utama baik di kanal berita online dan media sosial. "Reaksi publik terkait dengan Panitia Seleksi Pimpinan KPK ini menunjukkan sentimen positif yang sangat besar," kata pendiri PoliticalWave, Yose Rizal, dalam keterangan tertulis, Jumat, 22 Mei 2015.

    Sentimen positif mendominasi sebesar 93 persen dari 22 ribu lebih percakapan. Satu hal yang paling disoroti netizen adalah apresiasi bahwa seluruh Pansel adalah perempuan. 

    "Pujian banyak berdatangan dari berbagai kalangan, dari para aktivis perempuan, aktivis antikorupsi, public figure, hingga politikus," ujar Yose. Di antaranya Yenny dan Alissa Wahid, dua putri mantan presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, penyanyi Glenn Fredly, serta dua Wakil Ketua DPR: Fahri Hamzah dan Taufik Kurniawan, 

    Mantan pembawa acara berita yang kini menjadi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie; penyanyi Glenn Fredly; anggota band Slank, Abdee Negara; pengacara kondang Todung Mulya Lubis; politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuanga, Budiman Sudjatmiko; dan sebagian besar netizen mempercakapkan hal tersebut di sosial media. 

    Adapun isu negatif yang paling besar terkait dengan Pansel adalah soal gender, yang berasal dari kritik mantan penasihat KPK, Abdullah Hehamahua. Abdullah melihat dari kacamata agama yang melarang wanita mengurus agama. 

    Selain itu, Abdullah meragukan kemampuan Pansel, karena sebagian besar dari mereka tidak berpengalaman langsung dalam praktek pemberantasan korupsi. Sentimen negatif hanya sebesar 6 persen dari total keseluruhan percakapan. 

    Bukan saja pujian bagi terpilihnya sembilan anggota Pansel tersebut yang diungkapkan di media sosial, Yose melanjutkan, netizen juga mengucapkan selamat bekerja dan menaruh harapannya. "Para 'srikandi' diharapkan bekerja tanpa terpengaruh oleh godaan korupsi dan suap maupun berbagai kepentingan politik dalam memilih Ketua KPK yang baru," ujarnya.

    RINI K.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Enam Poin dalam Visi Indonesia, Jokowi tak Sebut HAM dan Hukum

    Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan sejumlah poin Visi Indonesia di SICC, 14 Juli 2019. Namun isi pidato itu tak menyebut soal hukum dan HAM.