Ical Vs Agung, Golkar Jawa Tengah Tunggu Keputusan KPU  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cagub Jawa Tengah Bibit Waluyo (2kanan) memberikan keterangan pers didampingi calon wakil gubernur  Sudijono Sastroatmodjo (2kiri), sekjen partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (kiri) dan ketua umum partai Golkar Aburizal Bakrie di Magelang, Jateng (19/5).  ANTARA/Anis Efizudin

    Cagub Jawa Tengah Bibit Waluyo (2kanan) memberikan keterangan pers didampingi calon wakil gubernur Sudijono Sastroatmodjo (2kiri), sekjen partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (kiri) dan ketua umum partai Golkar Aburizal Bakrie di Magelang, Jateng (19/5). ANTARA/Anis Efizudin

    TEMPO.CO, Semarang - Partai Golkar Jawa Tengah hingga kini belum bersikap ihwal surat rekomendasi ke pengurus pusat Partai Golkar untuk mengusung calon kepala daerah dalam pemilihan kepala daerah serentak di 21 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Bendahara Partai Golkar Jawa Tengah Sasmito menyatakan Golkar Jawa Tengah memilih menunggu kebijakan Komisi Pemilihan Umum ihwal kepengurusan Golkar tentang kubu siapa yang berhak mengajukan calon kepala daerah.

    “Kami mau ke mana, ke kubu Aburizal atau Agung Laksono belum diputuskan,” kata Sasmito di Semarang, Jumat, 22 Mei 2015.

    Sasmito menyatakan jika nanti KPU memutuskan yang berhak mengusung calon Golkar kubu Aburizal Bakrie, maka Golkar Jawa Tengah akan meminta rekomendasi ke kubu hasil Munas Bali tersebut. Sebaliknya jika KPU menyatakan yang berhak mengusung calon kubu Agung Laksono, maka Golkar Jawa Tengah akan merapat ke kubu hasil Munas Ancol tersebut.

    “Politik itu soal pendekatan yang lentur. KPU ke mana kami siap, tidak usah kaku-kakuan,” kata Sasmito.

    Bagi pengurus partai di daerah, kata Sasmito, rekomendasi dari pengurus pusat sangat diperlukan. Sesuai aturan, partai pengusung di daerah harus melampirkan surat rekomendasi dari pengurus pusat partai bersangkutan.

    Meski Golkar di pusat masih bergolak, kata Sasmito, Golkar di daerah sudah melakukan persiapan menghadapi pilkada, terutama seleksi bakal calon kepala daerah. Di Kota Semarang, Golkar setempat bersama PKS dan Demokrat membentuk koalisi Tugu Muda. Koalisi ini juga sudah membuka pendaftaran calon kepala daerah.

    Sasmito mengakui konflik Golkar di pusat sangat berpengaruh Golkar di daerah. Misalnya, bakal calon kepala daerah masih ada yang bimbang apakah Golkar bisa mengusung kandidat atau tidak.

    Pada Selasa lalu, Golkar Jawa Tengah mengumpulkan para pengurus DPD II se-Jawa Tengah. Dalam acara itu, Ketua Partai Golkar Jawa Tengah Wisnu Suhardhono menyampaikan arahan ihwal situasi dan kondisi konflik di pusat. Di acara itu Golkar daerah diberi salinan putusan PTUN yang memenangkan kubu Aburizal.

    Sasmito menyatakan masalah konflik di pusat belum berakhir karena kubu Agung Laksono juga mengajukan banding. “Gara-gara gesekan di pusat, daerah jadi korban,” katanya.

    ROFIUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.