Daerah Ini Tolak Kerja Sama dengan Perusahaan Rokok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Dilarang Merokok. Tempo/Aris Adrianto

    Ilustrasi Dilarang Merokok. Tempo/Aris Adrianto

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo mengatakan ada hasil yang ia dapat setelah menetapkan beberapa daerah bebas dari asap rokok. “Sampai saat ini hasil evaluasinya masih berupa data kuantitatif yang menjelaskan jumlah daerah yang bebas asap rokok,” kata Hasto di Hotel Cavinton Yogyakarta, Kamis, 21 Mei 2015.

    Hasto mengatakan pihaknya belum mendapat data pasti peningkatan kualitas kesehatan yang telah tercapai sejak Kawasan tanpa Rokok diterapkan mulai Juni 2014. Hasil evaluasi peraturan daerah itu dengan kondisi sosial ekonomi pun belum secara rinci diteliti di daerahnya.

    Data yang ia dapatkan baru jumlah daerah yang sudah benar-benar bebas rokok. Menurut Hasto, ada 66 persen penduduk Kulon Progo yang sudah meninggalkan kebiasaan merokok. Selain itu, ada pula 55 persen dari 570 sekolah yang bebas dari asap rokok.

    Dalam hal rumah ibadah, Hasto menjelaskan sudah ada 77 persen rumah ibadah dari sekitar 1.300 tempat ibadah di daerahnya yang sudah bebas dari asap rokok. “Hasil ini masih terus kami evaluasi terus. Minimal tunggu setahun dulu pelaksanaannya,” kata Hasto.

    Sebelumnya, Hasto mengeluarkan Perda Nomor 5 Tahun 2014 tentang Kawasan tanpa Rokok (KTR). Dengan aturan itu, pemerintah Kulon Progo tidak lagi bekerja sama dengan para industri rokok di segala bidang, Hasto menyatakan sudah tidak ada lagi spanduk, baliho, atau umbul-umbul rokok yang terpasang di seluruh wilayah Kulon Progo.

    Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Ekowati Rahajeng berharap akan lebih banyak pemimpin daerah yang melakukan kegiatan seperti yang dilakukan Hasto. “Tidak bekerja sama dengan industri rokok, terbukti roda keuangan daerah tetap jalan,” kata Ekowati.

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka yang Dianggap Layak Jadi Menteri, Tsamara Amany Disebut

    Nama-nama yang dianggap layak menjabat menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf kuat beredar di internal partai pendukung pasangan itu. Tsamara Amany disebut.