Warga Daerah Termiskin Ini Habiskan Rp 49,8 M untuk Pulsa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc.hu

    sxc.hu

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Dari data Sosial Ekonomi Nasional 2013 Badan Pusat Statistik, diketahui bahwa masyarakat Kulon Progo menghabiskan Rp 49,8 miliar untuk pulsa. Padahal, Kabupaten Kulon Progo termasuk daerah termiskin di Daerah Istimewa Yogyakarta.

    "Saya bingung, kok sudah miskin, tapi malah suka halo-hulo halo-hulo," kata Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo yang menyindir daerahnya sendiri dengan nada guyon sehingga membuat para hadirin tertawa mendengarnya di Hotel Cavinton, Yogyakarta, Kamis, 21 Mei 2015.

    Dalam presentasinya, Hasto pun masih terheran dengan salah satu tingkah masyarakatnya yang rela menghabiskan uang untuk membeli motor besar, motor Ninja, dengan warna merah menyala. Padahal, jalanan di daerah itu masih banyak yang belum diaspal. "Cuma ngerumput saja pakai motor yang keren keren," kata Hasto.

    Melihat kondisi-kondisi aneh itu masyarakatnya itu, Hasto pun berseloroh bahwa zaman ini semakin gila. "Ketika orang lebih memilih beli pulsa, namun tidak kesulitan makan, ketika orang lebih memilih merokok dibandingkan investasi kesehatan. Semoga saja pemimpinnya tidak ikutan edan," kata Hasto masih diikuti tawa oleh hadirin.

    Hasto sedang getol mencanangkan kawasan tanpa rokok di daerahnya. Hasto pun mengeluarkan Peraturan Daerah Kulon Progo Nomor 5 Tahun 2014 tentang Kawasan tanpa Rokok. Karena itu, Hasto mencari tahu berapa banyak dana yang dihabiskan masyarakat untuk mengkonsumsi rokok setiap tahunnya.

    Menurut Hasto, jumlah yang dihabiskan warga Kulon Progo untuk rokok lebih tinggi daripada anggaran yang dihabiskan untuk pendidikan sebanyak Rp 93 miliar. Sedangkan anggaran untuk kesehatan sebanyak Rp 72,7 miliar.

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.