Pencuri Burung Ini Beraksi Tiap Malam Senin  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu anak burung hantu memperhatikan, ekspresi saudaranya ketika berteriak. Ivanov mengatakan, kedua anak burung hantu itu telah keluar dari sarang mereka, namun karena usia masih sangat kecil, sehingga mereka sangat bergantung terhadap induk mereka untuk mendapatkan makanan. Saint Petersburg, Rusia, 10 April 2015. Dailymail

    Salah satu anak burung hantu memperhatikan, ekspresi saudaranya ketika berteriak. Ivanov mengatakan, kedua anak burung hantu itu telah keluar dari sarang mereka, namun karena usia masih sangat kecil, sehingga mereka sangat bergantung terhadap induk mereka untuk mendapatkan makanan. Saint Petersburg, Rusia, 10 April 2015. Dailymail

    TEMPO.CO , Bangkalan: Warga Kampung Kembang, Kelurahan Mlajah,  Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur belakangan ini resah. Maklum,  sudah empat warga pria yang kehilangan burungnya tiap malam Senin.

    Pada kasus yang terakhir, pencuri itu tidak menggasak burung mahal yaitu murai yang harganya Rp 6 juta. Namun mencuri love bird yang harganya cuma ratusan ribu rupiah.  Ternyata, pencuri itu berkumis tebal.

    "Pencurian di rumah saya terjadi pada malam Senin, 17 Mei 2015," kata Mohammad Imron kepada Tempo, Kamis, 21 Mei 2015. Pensiunan polisi berpangkat Ajun Komisaris Polisi ini menunjukkan hasil CCTV aksi pencurian itu.

    Dalam rekaman CCTV yang dilihat Tempo, pencuri berkumis tebal yang mengendari sepeda motor Yamaha Mio itu masuk ke rumah Imron sekitar pukul 03.00 dini hari dengan cara melompat pagar rumah setinggi dua meter.

    Pelaku kemudian masuk tempat Imron menyimpan burung, setelah melihat-lihat, dia mengambil burung love bird seharga Rp 350 ribu. Saat pencurian terjadi, Imron sedang makan sahur di dapur dan tidak mendengar aksi itu. "Kok ngambil love bird, padahal ada Murai yang harganya Rp 6 juta," ujar Imron.

    Menurut Imron, pencurian di kampungnya muncul sejak empat bulan terakhir. Tiap pekan, ada saja penghobi yang kehilangan burung kesayangan. Imron yakin, pencuri yang terekam CCTV di rumahnya adalah pencuri yang sama dengan pencurian burung sebelumnya.

    Keyakinan itu didasarkan pada kesamaan waktu pencurian yang rata-rata terjadi pada Senin malam.  "Tetangga saya Yudi, Wawan dan Ahmat kehilangan empat burungnya, pada malam Senin," katanya lagi.

    Meski memiliki bukti rekaman CCTV, Imron enggan melapor ke polisi. Alasannya, nilai burung yang dicuri tidak seberapa mahal. "Mudah-mudahan tidak terjadi lagi pencurian."  Kini, pencinta burung di Kampung Kembang makin waspada tiap Senin malam. Khawatirnya Pak Kumis datang lagi mencuri burungnya.

    MUSTHOFA BISRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ponsel Tanpa IMEI Terdaftar Mulai Diblokir pada 17 Agustus 2019

    Pemerintah akan memblokir telepon seluler tanpa IMEI terdaftar mulai 17 Agustus 2019 untuk membendung peredaran ponsel ilegal di pasar gelap.