Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Dari 10.000 Pernikahan di Lumajang, Seperempatnya Menikah Dini

image-gnews
Steadyhealth.com
Steadyhealth.com
Iklan

TEMPO.CO, Lumajang - Kepala Kantor Keluarga Berencana Kabupaten Lumajang, Farida mengatakan angka perkawinan dini di Kabupaten Lumajang masih cukup tinggi. "Pergaulan bebas menjadi salah satu faktor pemicunya," ujarnya, Kamis, 21 Mei 2015.

Farida mengatakan jumlah perkawinan di Lumajang selama 2014 lalu sebanyak 10 ribu perkawinan. "Dan 3 ribu di antaranya adalah pernikahan dini," kata Farida. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingginya angka perkawinan dini di Kabupaten Lumajang. "Aturan masih membolehkan wanita kawin di usia 16 tahun dan laki-laki 19 tahun," kata dia. Selain itu alasan sosial atau tradisi di masyarakat. "Tradisi kebanyakan masyarakat untuk segera menikahkan anaknya."

Faktor ekonomi serta pergaulan bebas juga menjadi salah satu faktor penyebab tingginya angka pernikahan dini di Lumajang. Idealnya, kata dia, perempuan menikah di usia 20 tahun dan pria 24 tahun. "Pada usia 20 tahun, dari sisi medis, wanita sudah siap untuk hamil ataupun melahirkan," katanya. Pada umur di bawah 20 tahun, secara kesiapan fisik dan tubuhnya, wanita masih belum siap untuk hamil atau melahirkan. "Pinggulnya belum siap sehingga bisa mengakibatkan kematian bayi," katanya.

Selain itu, resiko pendarahan, keguguran hingga kematian ibunya juga besar. Di Lumajang, angka persalinan muda masih cukup tinggi yakni 300 persalinan muda pada 2014. "10 persen dari pernikahan dini," katanya. Terkait dengan tingginya akan pernikahan dini dan persalinan muda ini, pihaknya gencar untuk melakukan sosialisasi di desa-desa. "Kami berusaha untuk mensosialisasikan menunda kehamilan bagi pasangan pernikahan usia dini hingga umur si ibu sudah di angka ideal untuk persalinan," kata Farida.

Informasi yang dihimpun TEMPO, pada 2014 lalu, Pengadilan Agama memberikan dispensasi kepada 135 pasangan muda untuk menikah lantaran si perempuannya terlanjur hamil dulu. Hingga Mei 2015 ini, PA Lumajang sudah mengeluarkan 17 dispensasi pernikahan. Sementara itu, data Dinas Kesehatan di Kabupaten Lumajang menunjukkan terjadi peningkatan angka kematian ibu melahirkan. Hingga Mei 2015, jumlah kematian ibu melahirkan tercatat sebanyak 14 orang.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Padahal sepanjang 2014 lalu, angka kematian ibu melahirkan sebanyak 17 kasus. Dari belasan kematian ibu bersalin itu terdapat beberapa yang persalinan muda. "Ada yang umur 17 tahun," kata Kepala Bidang Kesehatan Keluarga, Rosyidah kepada Tempo. Rosyidah menambahkan, dari 14 kasus kematian ibu melahirkan itu, sebanyak 8 di antaranya karena faktor penyakit. "Sebelum hamil, si ibu sudah mempunyai penyakit."

Jadinya ketika hamil dan persalinan makin memperberat resiko hingga menyebabkan kematian," katanya. Rosyidah mengatakan lima sakit jantung dan tiga sakit paru-paru. Usia kematian ibu yang melahirkan ini antara umur 17 tahun hingga 35 tahun. Melahirkan di umur 17 tahun ini sangat beresiko karena terlalu muda. Pada usia 17 tahun, ibu melahirkan cenderung mengalami anemia, kurang protein, dan kurus badannya. Faktor risikonya lebih tinggi. "Hamil itu lebih bagus di atas 20 tahun."

Sementara perempuan berusia 35 tahun juga berisiko. "Beberapa kematian ibu melahirkan lainnya karena proses persalinan biasa seperti pendarahan. Karena anemia juga," ujarnya.

DAVID PRIYASIDHARTA

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Bamsoet Soroti Isu Stunting, Anak Putus Sekolah juga Kematian Ibu dan Bayi

47 hari lalu

Bamsoet Soroti Isu Stunting, Anak Putus Sekolah juga Kematian Ibu dan Bayi

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo atau Bamsoet mengatakan, negara harus memberi perhatian lebih kepada masyarakat yang lemah dan berkekurangan, dengan berpijak pada data-data resmi tentang stunting, anak putus sekolah, hingga kematian ibu dan bayi.


Angka Kematian Ibu di Jakarta Turun, Sempat Naik saat Pandemi

13 Mei 2023

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati memberikan sambutan dalam Acara Puncak Pekan Imunisasi Dunia 2023 di Mall Kota Kasablanka, Sabtu, 13 Mei 2023. Tempo/Mutia Yuantisya
Angka Kematian Ibu di Jakarta Turun, Sempat Naik saat Pandemi

Kabar baik. Angka kematian ibu di DKI Jakarta yang sempat naik di masa pandemi kini kembali turun


Asal Usul Hari Bidan Sedunia, Ini Tema di Tahun 2023

5 Mei 2023

Solidaritas Bidan Pegawai Tidak Tetap Republik Indonesia membawa poster tuntutan saat berunjuk rasa di Monas, Jakarta, 14 September 2015. Mereka juga menuntut pemerintah menghentikan pemotongan cuti bagi para bidan yang melahirkan. TEMPO/Subekti
Asal Usul Hari Bidan Sedunia, Ini Tema di Tahun 2023

Hari Bidan Sedunia atau International Day of the Midwife (IDM) dirayakan setiap tanggal 5 Mei setiap tahunnya. Hari Bidan Sedunia dirayakan sebagai bentuk penghomatan kepada profesi bidan yang selalu melayani masyarakat dalam kebidanan dan ginekologi.


Tekan Kasus Kematian Ibu dan Anak, RSHS Bandung Bangun Gedung 8 Lantai

17 November 2022

Rencana Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin  Bandung yang ditargetkan selesai 2024. (Dok.RSHS)
Tekan Kasus Kematian Ibu dan Anak, RSHS Bandung Bangun Gedung 8 Lantai

Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak RSHS Bandung dibiayai oleh Islamic Development Bank (IsDB).


Buku Kesehatan Ibu dan Anak Bisa Jadi Pedoman Orang Tua Cegah Anak Stunting

25 Juli 2022

Ilustrasi keluarga. (Pexels/William Fortunato)
Buku Kesehatan Ibu dan Anak Bisa Jadi Pedoman Orang Tua Cegah Anak Stunting

Keluarga memiliki peran dalam menurunkan angka stunting atau kekerdilan. Caranya dengan gunakan buku kesehatan ibu dan anak.


Pentingnya Peran Bidan Cegah Masalah Prenatal

26 Januari 2022

Ilustrasi Bidan. shutterstock.com
Pentingnya Peran Bidan Cegah Masalah Prenatal

Good Doctor memberikan akses dan memperkenalkan layanan kesehatan digital bagi bidan dalam menangani kasus prenatal


Tekan Kematian Ibu dan Bayi, Menteri Muhadjir Effendy Dorong Program Ayah Siaga

11 Juni 2021

Menko PMK Muhadjir Effendy meninjau layanan pemeriksaan GeNose C19 di Stasiun Gambir sesaat sebelum keberangkatan ke Purwokerto dengan menggunakan kereta luxury 2, Jumat, 28 Mei 2021. Foto: Istimewa
Tekan Kematian Ibu dan Bayi, Menteri Muhadjir Effendy Dorong Program Ayah Siaga

Muhadjir Effendy menerangkan, secara teknis, program Ayah Siaga merupakan kelas ibu hamil dengan aneka permainan.


Pemerintah Thailand Bakal Bantu Carikan Pasangan Untuk Warganya yang Jomblo

13 Februari 2021

Meme lucu saat mengheningkan cipta bagi para Jones alias Jomblo Ngenes di hari Valentine. Netizen saling berbagi meme lucu khusus kaum Jomblo di hari Valentine. Facebook.com
Pemerintah Thailand Bakal Bantu Carikan Pasangan Untuk Warganya yang Jomblo

Kementerian Kesehatan Thailand meluncurkan program "Marriage for Building Nation" yang akan membantu mencarikan pasangan bagi warganya yang jomblo.


Ilmu Kesehatan Reproduksi Kunci Atasi Angka Kematian Ibu Anak

19 Juli 2019

Ilustrasi ibu mengelus anaknya. shutterstock.com
Ilmu Kesehatan Reproduksi Kunci Atasi Angka Kematian Ibu Anak

Kematian ibu dan anak masih menjadi masalah yang harus dihadapi masyarakat Indonesia. Apa saja penyebab tingginya kematian ibu dan anak?


Melahirkan Lebih dari Dua Kali, Ketahui Risikonya

18 Juli 2019

Ilustrasi ibu melahirkan. shutterstock.com
Melahirkan Lebih dari Dua Kali, Ketahui Risikonya

Seorang ibu yang melahirkan anak lebih dari dua berisiko mengalami pendarahan yang lebih serius saat persalinan setelah anak kedua.