Pansel KPK Wanita Semua, Pengamat: Sulit Digertak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Tim Panitia Seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Dani Sadiawati. bappenas.go.id

    Anggota Tim Panitia Seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Dani Sadiawati. bappenas.go.id

    TEMPO.CO , Jakarta: Pengamat politik Populi Center, Nico Harjanto mengapresiasi susunan panitia seleksi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi pilihan Presiden Joko Widodo. Jokowi memilih sembilan perempuan yang berlatar belakang keilmuan berbeda-beda untuk memilih komisioner KPK selanjutnya.

    "Tim ini nothing to lose, mereka sulit digertak dan diintervensi," kata Nico saat dihubungi, Kamis, 23 Mei 2015.

    Nico menyebut susunan pansel tersebut sebagai kejutan menyenangkan dari Jokowi. Alasannya, Jokowi telah mendapat masukan dari berbagai pihak yang mengajukan puluhan nama.

    Namun, tak ada satu pun yang dipilih Jokowi dari puluhan nama beredar. Nico memprediksi proses seleksi akan lebih independen dan jauh dari kesan titipan dengan formasi sembilan perempuan itu.

    Jokowi tadi pagi mengumumkan sembilan nama anggota pansel KPK di Landasan Udara Halim Perdanakusuma. Nama-nama yang diumumkan Jokowi berasal dari beragam keilmuan mulai dari hukum, ekonomi, psikologi, bahkan IT. Tak ada laki-laki di antara nama tersebut.


    Para anggota pansel pimpinan KPK adalah. ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti, Ketua Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementerian Hukum dan HAM Enny Nurbaningsih, Ketua Badan Pengembangan SDM Kemenkumham Harkristuti Harkrisnowo, Ketua Majelis Wali Amanat ITB Betti Alisjahbana, ahli hukum pidana ekonomi dan pencucian uang Yenti Garnasih, psikolog Supra Wimbarti, ahli tata kelola pemerintahan Natalia Subagyo, Direktur Analisis Perundang-undangan Bappenas Diani Sadiawati, dan sosiolog Meuthia Ganie Rochman.


    MOYANG KASIH DEWIMERDEKA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Memberangkatkan 529 Kloter pada Musim Haji 2019

    Pada musim haji 2019, Indonesia memberangkatkan 529 kelompok terbang, populer disebut kloter, yang akan dibagi dalam dua gelombang.