VIDEO: Begini Cara Bedakan Beras Plastik dan Beras Asli  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemkot Kota Serang mengantisipasi kemungkinan beredarnya beras plastik di Kota Serang. DARMA WIJAYA

    Pemkot Kota Serang mengantisipasi kemungkinan beredarnya beras plastik di Kota Serang. DARMA WIJAYA

    TEMPO.CO, Serang - Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi Kota Serang, Ahmad Benbela, menjelaskan bahwa dari tampilan, beras plastik lebih bening. Penjelasan tersebut disampaikan kepada para pedagang dan pengunjung pasar di Kota Serang, 21 Mei 2015. Dalam kunjungan tersebut, Pemerintah Kota Serang membagi-bagikan selebaran berisi informasi tentang bahaya dan ciri beras plastik ke para pedagang beras. Informasi itu diharapkan agar pedagang dan pengunjung pasar mengetahui betul perbedaan fisik beras berbahan plastik dengan beras sebenarnya. Pada selebaran tertulis: "bila hendak dimasak menjadi bubur, beras plastik akan menggumpal dan terlihat seperti belum matang."

    (Baca: Inilah 5 Ciri Beras Plastik dan Zat Bahaya yang Dikandung)

    Selebaran yang ditempel di dinding toko beras di pasar itu juga tertulis: Beras plastik mengandung polyvinyl, yang akan menyebabkan sakit perut, dan tidak dapat dicerna, serta bisa mengakibatkan kanker.

    Kegiatan Pemerintah Kota Serang tersebut untuk menyikapi peredaran beras plastik di beberapa pasar di sejumlah daerah, seperti Bekasi. Ahmad Banbela mengatakan meskipun beras plastik belum ditemukan di Kota Serang, pihaknya merasa harus mewaspadai kemungkinan beredarnya beras plastik di wilayahnya. Selain itu, Ahmad Bannela juga mengingatkan distributor dan pedagang beras di Pasar Lama Kota Serang agar tidak memperjualbelikan beras plastik kepada masyarakat. "Pemerintah Kota Serang akan memberikan sanksi tegas kepada para pedagang yang nekat dan sengaja menjual beras plastik kepada masyarakat," kata Ahmad Banbela. (Baca juga: Beras Plastik, Menteri Gobel Akui Belum Dapat Informasi)

    Sementara itu, beredarnya beras plastik di pasaran yang terjadi di luar wilayah Serang, telah meresahkan sejumlah pedagang beras di kota ini. Bahkan pedagang beras pun merasa dirugikan karena penjualan beras menurun.

    DARMA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.