Pansel KPK Diharapkan Tak Terafiliasi Parpol

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Plt Wakil Ketua KPK, Johan Budi, bicara di depan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya, Surabaya, 30 Maret 2015. TEMPO/FULLY SYAFI

    Plt Wakil Ketua KPK, Johan Budi, bicara di depan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya, Surabaya, 30 Maret 2015. TEMPO/FULLY SYAFI

    TEMPO.CO, Jakarta -  Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sementara, Johan Budi Sapto Pribowo berharap anggota Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK tak terafiliasi dengan partai politik tertentu. Netralitas begitu yang dibutuhkan supaya para anggota Pansel bisa independen.

    "Pansel itu jangan dilihat dari gender, tapi lihat dari kredibilitas, kapabilitas, integritas, dan tak terafiliasi dengan Parpol," kata Johan saat konferensi pers di kantornya, Kamis, 21 Mei 2015.

    Presiden Jokowi menunjuk sembilan orang untuk menjadi Anggota Pansel Calon Pimpinan KPK. Panitia yang dipimpin ahli keuangan Destry Damayanti itu seluruhnya perempuan.

    Johan mengaku lembaganya tak menelusuri rekam jejak para anggota Pansel. Menurutnya, Pansel bukan domain KPK. "Pansel itu domain Presiden Joko Widodo."

    Johan menilai anggota Pansel memiliki disiplin pengetahuan yang beragam. Bukan cuma ahli hukum, tapi juga psikologi, teknologi, bahkan sosiologi. "Ini memang diperlukan. Pimpinan KPK ke depan tak hanya sekedar harus paham hukum, tapi juga paham manajerial karena ia akan mengatur organisasi penegak hukum," katanya.

    MUHAMAD RIZKI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.