PSK Saritem Dibina di Cirebon dan Sukabumi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita malam, wanita nakal, PSK. news.com.au

    Ilustrasi wanita malam, wanita nakal, PSK. news.com.au

    TEMPO.CO, Bandung - Ratusan pekerja seks komersial (PSK) yang digerebek polisi semalam, akan segera direhabilitasi oleh Dinas Sosial Kota Bandung. "Kami akan membina mereka di panti-panti rehabilitasi. Tapi sebelumnya akan dipilih dulu, mana PSK yang sering terjaring dan yang baru tertangkap," kata Medi Mahendra, Sekretaris Dinas Sosial Kota Bandung, pada Kamis 21 Mei 2015. Pembinaan yang dilakukan akan berbeda.

    Lokasi panti Rehabilitasi berada di Kota Cirebon dan Sukabumi. Kedua panti tersebut dipilih karena Kota Bandung belum memiliki panti sejenis. "Ada dua lokasi di Cirebon dan Sukabumi. Panti itu milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat," kata Medi.

    Selama tiga bulan para PSK akan menjalani masa rehabilitasi berupa bimbingan konseling, spiritual, dan keterampilan sesuai minat dan bakat. Sehingga pada tahap assessment ini panitia dituntut jeli melihat minat dan psikologi pekerja seks.

    Rencananya para PSK tersebut akan dipindahkan ke panti-panti terpilih malam ini setelah selesai melakukan assessment dan pendataan administrasi lainnya. "Setelah assessment selesai mereka akan langsung dipindahkan malam ini," kata Medi.

    Adapun sejumlah warga mengaku bersyukur dengan penggerebekan tersebut. "Alhamdullillah, saya bersyukur, karena kami tidak punya kekuatan menertibkan lokalisasi ini. Intinya kami mendukung," ujar Cecep Rusman, Lurah Kebon Jeruk, Bandung.

    Polisi menggerebek pusat lokalisasi terbesar di Kota Bandung pada Rabu malam. Sebanyak 169 pekerja seks diamankan, termasuk enam di antaranya yang masih berusia di bawah 17 tahun.

    DWI RENJANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.