Mahasiswa Ancam Menginap di Istana, Ini Bujuk Rayu Kapolda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaya Purnama (kanan) dan Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) Unggung Cahyono menjawab pertanyaan wartawan usai tandatangani MOU Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Balai Kota, Jakarta, 29 September 2014. ANTARA/Reno Esnir

    Basuki Tjahaya Purnama (kanan) dan Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) Unggung Cahyono menjawab pertanyaan wartawan usai tandatangani MOU Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Balai Kota, Jakarta, 29 September 2014. ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Unggung Cahyono mengatakan akan ada 50 perwakilan dari mahasiswa yang akan diterima oleh pihak Istana Negara. Kedatangan mahasiswa dibagi dua gelombang. "Ke-50 mahasiswa tersebut nanti akan diterima di Bina Graha," kata Unggung di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis, 21 Mei 2015.

    Unggung menambahkan, untuk gelombang pertama akan ada 20 mahasiswa yang ditemui oleh pihak Istana Negara. Sedangkan untuk gelombang berikutnya berjumlah 30 orang. Kapolda berharap pertemuan antara mahasiswa dan pihak Istana membuat masalah yang dituntut menjadi jelas.

    Sehingga, kata Unggung, mahasiswa tak jadi menginap di depan Istana Negara. Mereka segera balik ke rumah masing-masing sehabis berdialog dengan pihak Istana. "Kami sudah memfasilitasi mereka untuk bertemu dengan pihak Istana."

    Baca: Hadang Jokowi di Pabrik Gula, Mahasiswa PMII Diseret Polisi

    Aksi mahasiswa dari berbagai universitas mendatangi Istana. Mereka menggunakan jas almamater. Beberapa mahasiswa menggunakan ikat kepala. Mereka membentangkan spanduk dengan tulisan yang mengkritik kebijakan Jokowi ihwal penetapan harga BBM.

    Setelah melakukan long march dari Patung Kuda Arjuna Wiwaha hingga Istana Negara, mereka kemudian berorasi secara bergantian. Sebelumnya koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia, Ahmad Khairudin Syam, mengatakan akan bermalam di depan Istana Negara jika tak ada perwakilan Istana yang mau menemui mahasiswa.

    GANGSAR PARIKESIT

    Berita Menarik:
    Tak Ada Ambulans, Ibu Hamil di Banyuwangi Diangkut Truk
    Pilkades di Garut Jadi Ajang Perjudian
    Napi Ini Santai Kabur dari Pintu Gerbang Rutan
    Duh, Siswa SD Ini Berjalan Kaki 25 Km demi Ujian Nasional


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.