Jual Rumah Bonus Istri, Calon Suami Masih Dililit Kasus Cerai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Endang Titin Wapriyustia menunjukkan bukti nikahnya dengan Redi Eko Saputra. Redi merupakan calon suami dari Wina Lia, perempuan yang siap diperistri oleh pria yang membeli rumahnya di Yogyakarta. Tempo/Ahmad Rafiq

    Endang Titin Wapriyustia menunjukkan bukti nikahnya dengan Redi Eko Saputra. Redi merupakan calon suami dari Wina Lia, perempuan yang siap diperistri oleh pria yang membeli rumahnya di Yogyakarta. Tempo/Ahmad Rafiq

    TEMPO.COSolo - Calon suami Wina Lia, Redi Eko Saputro, mengatakan masih sah berstatus suami-istri dengan Endang Titin. Namun Redi mengatakan kepada Wina bahwa pernikahan itu terpaksa. 

    Redi, kata Wina, menikah dengan Endang Titin pada Maret 2014. Keduanya tinggal bersama selama dua minggu di Solo. Namun, setelah itu, Redi kembali ke Lampung dan tidak pernah kembali. 

    "Dia meminta maaf," kata Wina. Ini berkaitan dengan ramainya informasi tentang Redi yang menyebutkan belum berstatus duda. 

    Redi adalah calon pembeli rumah Wina seharga Rp 999 juta. Sebelumnya, Wina memasang iklan unik. Dia menjual rumahnya sekaligus bersedia dinikahi oleh pembelinya. Wina saat itu memasang syarat bahwa pria yang ingin menikahinya harus berstatus lajang atau duda. 

    Pernyataan Redi yang disebutkan Wina itu berbeda dengan pengakuan Endang. Menurut Endang, setelah menikah dengan Redi, mereka bertemu sebulan sekali. "Dia menengok sebulan sekali ke sini (Solo)," ujar Endang. 

    Endang mengatakan kehidupan perkawinannya kurang harmonis. Dia pun pernah berencana menggugat cerai. "Tapi kan ada biayanya," tutur Endang. 

    Endang mengaku kaget saat melihat berita di televisi bahwa suaminya, Redi, akan menikahi Wina. Namun dia tidak keberatan asalkan urusan pernikahan dengannya beres. 

    AHMAD RAFIQ | SYAIFULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.