Panglima Moeldoko Izinkan Istri Prajurit TNI Berpolitik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko memberikan keterangan dalam Rapim TNI Tahun 2015 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, 22 Desember 2014. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko memberikan keterangan dalam Rapim TNI Tahun 2015 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, 22 Desember 2014. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Padang - Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Moeldoko mengembalikan hak politik istri prajurit TNI. Sekarang mereka bisa menggunakan hak politiknya.

    "Panglima TNI sudah mengeluarkan ST (Surat Telegram). Hak politik kami kembalikan. Selama ini ibu-ibunya ikut dilarang," kata Jenderal Moeldoko di Korem 032/Wirabraja, Jalan Sudirman, Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu, 20 Mei 2015.

    Menurutnya, saat ini istri prajurit bisa bergabung bersama partai politik. Mereka boleh mencalonkan diri jadi anggota DPR, DPRD, bupati, gubernur, dan presiden.

    Namun, kata Moeldoko, prajurit tetap dilarang keras terlibat dalam berpolitik praktis. Ini sesuai dengan undang-undang.

    "Kalau ibu-ibunya ngapain kami larang dan kami batas-batasi. Silakan menggunakan hak politiknya dengan baik. Yang dilarang itu bapak-bapaknya," katanya.

    Kata Moeldoko, menjadi anggota Dewan dan kepala daerah itu butuh perjuangan. Waktu, tenaga dan biaya. "Tapi (ibu-ibu) sanggup gak. Kami beri kemudahan untuk gunakan hak politiknya. Dasarnya ST Panglima TNI," katanya.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.