Siswi 'Jual' Temannya Dianggap Hanya Kenakalan Remaja  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Satpol PP, mendata pelajar yang terjaring razia pada jam sekolah di sebuah mal di kawasan Jakarta Selatan, 3 Februari 2015. Razia untuk mengantisipasi kenakalan remaja usia sekolah, sebanyak 21 pelajar yang keluyuran saat jam sekolah terjaring. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Petugas Satpol PP, mendata pelajar yang terjaring razia pada jam sekolah di sebuah mal di kawasan Jakarta Selatan, 3 Februari 2015. Razia untuk mengantisipasi kenakalan remaja usia sekolah, sebanyak 21 pelajar yang keluyuran saat jam sekolah terjaring. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Nganjuk - Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, membantah prostitusi anak tumbuh di wilayahnya. Kasus yang terjadi pada TS, remaja 14 tahun, yang 'dijual' sahabatnya kepada sejumlah teman prianya disebut baru sekali ini terjadi.

    Kepala Kantor Kesejahteraan, Kebangsaan dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Kabupaten Nganjuk Abdul Wahid menegaskan, hingga kini tidak pernah ditemukan prostitusi anak di wilayahnya. Kasus yang menimpa TS, remaja putus sekolah kelas 2 SMP, dianggap sebatas kenakalan remaja akibat salah pergaulan.

    “Tidak mengarah pada kegiatan prostitusi,” katanya, Rabu 20 Mei 2015.

    Wahid mengatakan, perbuatan TS yang terjebak pada hubungan intim dengan 5 pria dalam 3 hari adalah kasus langka yang belum pernah terungkap di Nganjuk. Bahkan, jika melihat kronologi peristiwa itu dengan hubungan intim yang selalu disertai minuman keras, menurut Wahid, besar kemungkinan TS tidak menyadari sepenuhnya perbuatannya.

    Menurut Wahid, indikasi lain tidak adanya unsur prostitusi dalam kasus ini adalah perbuatan tersebut tidak dilatarbelakangi ekonomi. TS sebagai pelaku hubungan badan bahkan tak pernah meminta imbalan kepada pasangannya. “Jadi lebih pada persoalan psikologis yang berpulang pada kondisi keluarga,” katanya.

    Namun demikian Pemerintah Nganjuk berjanji akan tetap membantu rehabilitasi terhadap kepada dua remaja ini agar tak larut lebih jauh dalam pergaulan bebas. Diantaranya dengan investigasi kondisi orang tuanya dan menciptakan lingkungan anak-anak yang sehat dan nyaman.

    Pendapat serupa disampaikan Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri Tanjunganom Nganjuk Nur Ahmad, yang menilai dinamika kenakalan remaja saat ini semakin serius. Namun, hingga kini belum mengarah pada kegiatan prostitusi berlatar belakang bisnis seperti yang dikhawatirkan. “Ada murid kami yang terpaksa kami keluarkan karena hamil di luar nikah,” katanya.

    Diberitakan sebelumnya Kepolisian Resor Nganjuk menangkap seorang remaja perempuan usia 15 tahun yang dituduh menjual temannya sendiri kepada lima pria hidung belang. Dari praktik tersebut dia mendapatkan uang tunai Rp 30 ribu dan sebuah telepon genggam. Polisi juga telah menangkap tiga dari lima pria yang meniduri TS.

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.