Pensiun 1 Agustus, Panglima TNI Moeldoko Ingin Jadi Dosen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Jenderal Moeldoko pada acara pengarahan kepada para prajurit TNI dan Polri di markas 700/Raider di Makassar, 11 Mei 2015. TEMPO/Iqbal Lubis

    Panglima TNI Jenderal Moeldoko pada acara pengarahan kepada para prajurit TNI dan Polri di markas 700/Raider di Makassar, 11 Mei 2015. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Padang - Panglima Tentara Nasional Indonesia, Jenderal Moeldoko akan pensiun pada 1 Agustus 2015. Moeldoko yang pernah menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat mengaku akan menghabiskan masa tuanya sebagai dosen.

    "Saya akan mengajar. Karena punya kemampuan mengajar," ujar Moeldoko saat silaturahmi dengan tokoh-tokoh Sumatera Barat di Auditorium Gubernuran, Kota Padang, Rabu malam 20 Mei 2015.

    Apalagi, Moeldoko tidak saja menimba ilmu kemiliteran. Moeldoko yang lahir 1957 itu juga meneruskan pendidikannya hingga meraih gelar doktor jurusan Administrasi Negara di Universitas Indonesia.

    Moeldoko mengatakan saat ini sudah diangkat menjadi salah satu dosen tetap di Universitas Pertahanan Nasional. Di sana, Moeldoko akan mengabdi dan membagi ilmunya ke generasi muda.

    Moeldoko mulai menjabat sebagai Panglima TNI sejak 30 Agustus 2013 menggantikan Laksamana Agus Suhartono. Sebelumnya, alumnus terbaik Akademi Miiter tahun 1981 itu menjabat KSAD dalam waktu yang singkat. Sejak 20 Mei 2013 hingga 30 Agustus 2013.

    Moeldoko yang lahir di Kediri juga pernah menjabat Wakil Gubernur Lemhannas pada 2011. Sebelumnya, selama 2010, Moeldoko menduduki tiga posisi penting. Panglima Divisi Infanteri 1/Konstrad, Panglima Kodam XII/Tanjugpura dan Panglima Kodam III/Siliwangi.

    Moeldoko ke Padang dalam rangkaian kunjungan ke wilayah Sumatera. Sebelumnya, Moeldoko melawat ke Lampung dan Bengkulu.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kasus Kartel Harga Tiket Pesawat Siap Disidangkan

    Komisi Pengawas Persaingan Usaha menduga mahalnya harga tiket pesawat disebabkan pasar oligopolistik. Citilink dan Lion Air diduga terlibat.