Saring Siswa Baru, Bandung Pakai Syarat Domisili

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Murid SDN Merdeka membaca doa saat mengikuti Ujian Nasional tingkat sekolah dasar, di Bandung, 18 Mei 2015. Ujian Nasional SD di Jawa Barat diikuti 872. 354 murid. Sementara di Kota Bandung UN SD diikuti oleh 42.838 murid. TEMPO/Prima Mulia

    Murid SDN Merdeka membaca doa saat mengikuti Ujian Nasional tingkat sekolah dasar, di Bandung, 18 Mei 2015. Ujian Nasional SD di Jawa Barat diikuti 872. 354 murid. Sementara di Kota Bandung UN SD diikuti oleh 42.838 murid. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Dinas Pendidikan Kota Bandung membuka pendaftaran siswa baru secara online pada 1 Juni mendatang. Secara umum, aturan dan syarat pendaftaran sama seperti 2014. Sedikit perubahan pada teknis penyaringan siswa baru, yakni menghapus insentif berupa tambahan nilai ujian siswa yang rumahnya dekat sekolah tujuan.

    Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Elih Sudiapermana mengatakan, Peraturan Walikota Pendaftaran Peserta Didik Baru 2015 telah ditanda tangani Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Isi peraturannya, kata Elih, tak banyak berubah dibanding 2014. “Sistem insentif itu dulu menambah nilai ujian, setelah ada kritik dulu diganti jadi berbasis wilayah,” ujarnya, Kamis, 20 Mei 2015.

    Siswa baru SMP dan SMA Negeri sederajat di Kota Bandung lewat jalur akademis, akan disaring berdasarkan nilai ujian nasional dan sekolahnya serta kedekatan jarak rumah dengan sekolah tujuan. Nantinya, kata Elih, sekolah akan mengurutkan dulu nilai ujian nasional siswa pendaftar, kemudian ditelisik alamat rumahnya. “Yang dekat dengan sekolah akan diprioritaskan,” ujarnya.

    Aturan tersebut untuk siswa SMA Negeri sederajat, agak berbeda dengan Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 50 Tahun 2015 tentang Pendaftaran Peserta Didik Baru 2015 yang baru keluar. “Rayonisasi wilayah memang tidak ada dalam pergub, tapi tetap pakai jarak terdekat,” kata Elih. Perbedaan lain antara aturan Walikota Bandung dan Gubernur Jawa Barat, yakni soal kepindahan siswa atau mutasi.

    Peraturan Gubernur membolehkan siswa pindah ke sekolah negeri lain setelah satu semester atau 6 bulan. Adapun di Bandung minimal setelah satu tahun. “Kami usulkan untuk waktu yang enam bulan itu sebagai syarat khusus, misalnya terkait dengan kedinasan orang tuanya,” kata Elih.

    Aktivis pendidikan di Bandung, Dwi Subawanto mengatakan, Peraturan Gubernur tidak mengakomodasi cara pendaftaran siswa baru secara menyeluruh di kota dan kabupaten se-Jawa Barat. Masih perlu aturan teknis lanjutan untuk pengaturan pendaftaran, antara lain ketentuan domisili terdekat. “Kalau tidak diatur, Bandung bisa diserbu pendaftaran siswa baru se-Jawa Barat,” katanya.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.