Wali Kota Risma: Jadi Pemuda Hebat Contoh Saja Evan Dimas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, memberikan penghargaan kepada Kapten Tim Nasional U-19 Evan Dimas di Gelora Bung Tomo Surabaya, (24/2). TEMPO/Fully Syafi

    Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, memberikan penghargaan kepada Kapten Tim Nasional U-19 Evan Dimas di Gelora Bung Tomo Surabaya, (24/2). TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba dan obat-obatan terlarang di aula Kecamatan Sambikerep, Rabu, 20 Mei 2015. Risma mencontohkan mantan kapten tim nasional U-19, Evan Dimas Darmono, yang sukses di lapangan hijau tanpa mengkonsumsi narkoba dan obat-obatan terlarang.

    “Evan Dimas kan anak Sambikerep, Surabaya barat. Tempatnya paling pojok. Tapi dia sekarang bisa sukses dan terkenal,” kata Risma di hadapan anggota karang taruna Kelurahan Sambikerep.

    Dalam penyuluhan itu Risma bertindak sebagai pembicara tunggal. Penyuluhan antinarkoba itu turut dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Surabaya M. Afghani Wardhana, Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Surabaya Ajun Komisaris Besar Suparti, perwakilan Rumah Sakit dr Soetomo, pejabat musyawarah pimpinan kecamatan (muspika), karang taruna, dan tokoh masyarakat.

    Menurut Risma, generasi muda Surabaya harus percaya diri dalam setiap hal. Ia juga mengimbau agar anak-anak muda percaya kepada Tuhan dan menjadi pribadi yang tidak mudah menyerah. Tolok ukurnya adalah Evan Dimas yang punya prestasi tinggi walau berasal dari pelosok barat Surabaya. “Tak heran jika Evan Dimas terkenal melebihi Ibu (Risma),” kata Risma.

    Risma tidak ingin anak-anak muda Surabaya mudah mengikuti arus budaya negatif seperti perilaku orang barat, yakni gemar berfoya-foya dan minum-minuman keras. “Ukuran modern itu kita mendapatkan kemajuan, bukan malah kemunduran,” kata wali kota perempuan pertama di Surabaya itu.

    Risma juga mengimbau agar generasi muda hati-hati dalam memilih teman bergaul. Karena apabila salah pergaulan, maka akan terjerumus ke tindak pidana kriminal. “Ketika sudah seperti itu, maka teman yang menjerumuskan itu tidak akan membantu kita,” ujarnya.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.