Tetanus dan Gizi Buruk, Bocah Rohingya Meninggal di Aceh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Gregory Bull

    AP/Gregory Bull

    TEMPO.CO, Lhokseumawe - Syahera Bibi, 3 tahun, anak pengungsi Rohingya, meninggal dalam perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Langsa, Aceh, Rabu pagi, 20 Mei 2015. Bocah Syahera telah dirawat lima hari di ruang ICU karena menderita penyakit tetanus dan microcephaly (pengecilan pada otak). 

    Koordinator lapangan posko kesehatan pengungsi, Ayu Artlinta SKM M Kes, mengatakan, pasien meninggal karena mengalami luka tetanus di bagian kaki, dan gizi buruk dengan berat badannya sembilan kilogram. Berat tubuhnya kurang dari berat normal anak seusianya. Sedangkan microcephaly telah diderita anak itu sejak bayi.

    Setelah dilakukan koordinasi dengan pihak terkait, Ayu kemudian membuat berita acara administrasinya dengan ibu sang bocah yang disaksikan sekaligus ditandatangani oleh pihak Imigrasi Kelas II-B Langsa, pihak kepolisian setempat, dan Direktur RSUD Kota Langsa.

    Selanjutnya, atas persetujuan ibunya, jenazah bocah itu disalatkan pukul 11.45 WIB di ruang jenazah rumah sakit setempat yang disaksikan oleh ibunya dan pihak Imigrasi Kelas IIB setempat.

    Ibu sang bocah hanya terdiam melihat jasad anaknya yang didampingi oleh anak pertamanya Asma Habibi, 4 tahun. Setelah itu, jasad sang bocah langsung dikebumikan di TPU Gampong Sidorejo, Kecamatan Langsa Lama, atau tepatnya di belakang rumah sakit.

    Seorang pengungsi Bangladesh di Aceh Utara juga meninggal di hari yang sama dengan meninggalnya bocah pengungsi Rohingya. Sebelumnya pengungsi asal Bangladesh lainnya bernama Muhammad Rashid, 35 tahun, meninggal setelah dua hari menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia, Lhokseumawe, Selasa, 19 Mei 2015. 

    IMRAN M.A.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.