Pedagang Klaim Tasikmalaya Bebas Beras Plastik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memasukan beras kedalam kantong plastik sebelum dibagikan pada pengungsi di pusat distribusi pangan PBB di kamp pengungsian Shati, Gaza (6/8). AP/Hatem Moussa

    Petugas memasukan beras kedalam kantong plastik sebelum dibagikan pada pengungsi di pusat distribusi pangan PBB di kamp pengungsian Shati, Gaza (6/8). AP/Hatem Moussa

    TEMPO.COTasikmalaya - Beras plastik diduga beredar di wilayah Bekasi, Jawa Barat. Namun di daerah Jawa Barat lain, salah satunya Kota Tasikmalaya, beras plastik belum ditemukan beredar.

    Seorang pedagang beras di Pasar Induk Cikurubuk, Tasikmalaya, Yana, mengatakan belum menemukan peredaran beras plastik di kota ini. Menurut dia, di Tasikmalaya tidak ada peredaran beras plastik. Musababnya, mayoritas pedagang beras di Tasikmalaya, khususnya di Pasar Cikurubuk, mengambil beras lokal saja. "Beras diambil dari Singaparna dan Indihiang. Paling jauh dari Kota Banjar," kata Yana di tokonya, Rabu, 20 Mei 2015.

    Selain itu, Yana menambahkan, pedagang beras biasanya mengolah sendiri mulai dari gabah hingga beras siap jual. "Kita menjemur gabah, menggiling, hingga menjual berasnya," dia menjelaskan.

    Kendati belum mendengar peredaran beras plastik, Yana merasa khawatir beras plastik beredar di Tasikmalaya. "Ya, pedagang resah juga. Kalau sampai ditemukan, kita juga yang rugi," ucap Yana.

    Seorang pembeli beras, Ade, mengatakan dia tidak terlalu resah dengan beras yang beredar di Tasikmalaya. Dia cukup yakin di kota ini tidak ada beras plastik. "Saya kira tidak ada di Tasikmalaya. Pedagang di sini mengambil barang dari lokalan saja," tuturnya.

    Meski demikian, Ade meminta pemerintah mengawasi secara ketat peredaran beras di Tasikmalaya. "Jangan sampai masuk ke Tasik," kata Ade.

    CANDRA NUGRAHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.