DPR Dapat Sorotan Buruk, Ini Kata Fahri Hamzah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COJakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Fahri Hamzah, mengatakan pandangan buruk publik terhadap lembaganya justru merupakan penilaian yang bagus bagi masa depan Dewan.

    "Memang begitu di negara demokrasi, DPR dan partai harus diserang agar tambah baik," ujar Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu, 20 Mei 2015.

    Lembaga survei Poltracking merilis hasil tingkat kepuasan publik terhadap kinerja sejumlah institusi demokrasi. Hasilnya, mayoritas publik mengaku tak puas terhadap lembaga politik, baik yang direpresentasikan lewat Dewan Perwakilan Rakyat maupun partai politik. "Peringkat tertinggi ada pada DPR dan partai politik," ujar Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yuda, kemarin.

    Menurut Fahri, hasil sigi tersebut justru bagus untuk bahan evaluasi DPR. "Supaya DPR alert, jadi anggota DPR harus siap diserang." 

    Fahri tak khawatir jika pandangan tersebut tak berubah hingga masa tugasnya sebagai anggota Dewan habis pada 2019. "Tak masalah, nanti rakyat pilih lagi," ucapnya.

    Ketua DPR Setya Novanto menuturkan Dewan telah berusaha menjalankan fungsi Dewan semaksimal mungkin. Misalnya, mempercepat pembahasan undang-undang dalam program legislasi nasional dengan membuat dua hari khusus pembahasan legislasi.

    "DPR menambah rapat legislasi seminggu dua kali untuk percepat proses itu," katanya.

    Selain itu, keberhasilan fungsi legislasi DPR tak lepas dari peran pemerintah. "Sampai sekarang, Kementerian Hukum belum menyerahkan usulan revisi KUHP," kata Novanto.

    PUTRI ADITYOWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.