Pria yang Akan Menikahi Wina Lia, Masih Beristri?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wina Lia, yang kebetulan sudah menjanda dengan dua anak ini, bersedia menikahi pembeli dengan sejumlah ketentuan. Seperti sedang melajang, atau duda yang sedang mencari istri. TEMPO/Muh. Syaifullah

    Wina Lia, yang kebetulan sudah menjanda dengan dua anak ini, bersedia menikahi pembeli dengan sejumlah ketentuan. Seperti sedang melajang, atau duda yang sedang mencari istri. TEMPO/Muh. Syaifullah

    TEMPO.CO, Solo -- Wina Lia, janda 40 tahun yang menjual rumah bonus menikahi dirinya, sedang bungah. Musababnya, ia sudah menemukan lelaki yang mau membeli rumahnya, sekaligus menikahinya. (Baca: Media Asing Soroti Iklan Jual Rumah Bonus Nikahi Pemiliknya)

    Pria tersebut adalah Redi Eko Saputro, pegawai sebuah BUMN yang tinggal di Lampung. Kepada Wina, pria tersebut mengaku berstatus duda beranak dua. Namun, benarkah dia berstatus sebagai duda?

    "Dia masih terikat perkawinan dengan saya," kata Endang Titin Wapriyustia, wanita asal Solo, Jawa Tengah, Rabu 20 Mei 2015. Dia mengaku dinikahi oleh Redi pada Maret 2014. (Baca pula: Beli Rumah Bonus Istri, Wina Lia Ingin yang Setia sampai Mati)

    Endang menunjukkan beberapa foto pernikahannya dengan pria asal Lampung tersebut. Dia juga menunjukkan buku nikah yang dikeluarkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Banjarsari, Solo. Dalam buku itu jelas tertulis nama Redi dan Endang.

    Selama setahun menikah, Redi dan Endang hidup terpisah. "Dia kembali ke Lampung untuk kerja," katanya. Sebulan sekali, Redi menyambangi Endang ke Solo. (Simak: Penjual 'Rumah Bonus Istri' Malah Salah Terima Tamu)

    Menurut Endang, dia baru mengetahui rencana pernikahan Redi dengan Wina melalui televisi. "Itu memang benar-benar suami saya," katanya. Hingga saat ini, dia mengaku belum bisa mengontak Redi untuk meminta klarifikasi.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.