Siswa SD di Luwu Jalan Kaki 25 Kilometer demi Ujian Nasional  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang siswa belajar di samping rekannya di SDN 36 Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, 16 April 2015. Kondisi yang memprihatinkan ini tidak menyurutkan semangat belajar siswa. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Seorang siswa belajar di samping rekannya di SDN 36 Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, 16 April 2015. Kondisi yang memprihatinkan ini tidak menyurutkan semangat belajar siswa. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Belopa - Longsor yang menutup akses jalan di Desa Pangi, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, menyebabkan ratusan warga di desa tersebut terisolasi, termasuk siswa sekolah dasar (SD) harus berjalan kaki sejauh 25 kilometer menuju sekolah.

    Kepala Desa Pangi, Muhktar, Rabu, 20 Mei kemarin, mengatakan, sampai saat ini, material longsor yang menutupi badan jalan belum juga dipindahkan, padahal pihaknya sudah menyampaikan musibah tanah longsor itu ke Pemerintah Kabupaten Luwu.

    "Kasihan anak-anak kami, mereka harus berjalan kaki puluhan kilometer untuk bisa sampai ke sekolahnya, kami tidak bisa berbuat banyak karena tak satupun kendaraan yang bisa melintas," kata Muhktar.

    Dia menjelaskan, di Desa Pangi tidak ada SD, siswa yang berdomisili di Desa itu, harus ke Kecamatan Bupon, yang jaraknya mencapai 25 kilometer dari Desa Pangi. Kondisi ini kata Muhktar, sangat memberatkan para siswa, selain medan yang cukup jauh, juga dikhawatirkan keselamatan para siswa yang berjalan kaki menuju sekolah tempat pelaksanaan ujian nasional tanpa pengawasan orang dewasa.

    "Tentu kami khawatir, mereka berjalan kaki menempuh jarak yang cukup jauh, dalam sehari, anak-anak kami harus menempuh jarak sejauh 50 kilometer pulang pergi, kondisi ini sangat sulit, kami mohon perhatian pemerintah," ujarnya.

    Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Luwu, Ridwan Tumbaklolo, meminta masyarakat di Desa Pangi, untuk bersabar, sebab anggaran untuk perbaikan jalan di Desa Pangi, belum cair hingga saat ini. "Kami tidak mungkin memaksakan untuk melakukan pekerjaan tanpa ada anggaran, kalau dananya sudah cair, kami langsung action," kata Ridwan.

    HASWADI


  • UN
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.