Jenazah Pendaki Erri yang Jatuh di Kawah Merapi Dimakamkan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim SAR Gabungan berangkat dari Posko Selo Boyolali untuk mendaki ke Gunung Merapi, 18 Mei 2018. Mereka berusaha mengevakuasi Eri Yunanto, 21 tahun, mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang terjatuh ke kawah Gunung Merapi. TEMPO/Ahmad Rafiq

    Tim SAR Gabungan berangkat dari Posko Selo Boyolali untuk mendaki ke Gunung Merapi, 18 Mei 2018. Mereka berusaha mengevakuasi Eri Yunanto, 21 tahun, mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang terjatuh ke kawah Gunung Merapi. TEMPO/Ahmad Rafiq

    TEMPO.COSleman - Jenazah Erri Yunanto sudah tiba di rumah duka di Dusun Biru, Trihanggo, Gamping, Sleman, Selasa malam, 19 Mei 2015, pukul 19.56 WIB. Kedatangan pendaki yang jatuh di kawah Merapi itu disambut isak tangis keluarga.

    Mobil ambulans milik Palang Merah Indonesia (PMI) Sleman AB-1646-CE membawa jenazah Erri dari rumah sakit umum Boyolali. Isak tangis orang tua korban tak terbendung. Begitu pula keluarga lainnya.

    Setelah penyerahan jenazah, jasad disalatkan secara bergiliran oleh keluarga, tetangga, dan teman-teman korban. Setelah disalatkan, tidak harus menunggu esok, jenazah dikuburkan.

    "Setelah disalatkan dikuburkan langsung," kata Bernard Nuryanto, orang tua Erri, Selasa, 19 Mei 2015.

    Lokasi penguburan berada di sebelah utara rumah keluarga berjarak 200 meter. Liang kubur sudah disiapkan oleh para tetangga di pemakaman umum Biru Lor, Trihanggo, Gamping, Sleman.

    Mahasiswa semester VI jurusan Teknologi Informatika Fakultas Teknik Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta itu jatuh ke dalam kawah Merapi sedalam 200 meter, Sabtu, 16 Mei 2015. Tim search and rescue (SAR) mengevakuasi hingga Selasa sore, 19 Mei, lalu dibawa ke rumah sakit umum di Boyolali.

    "Memang tidak perlu menunggu esok, jenazah dikuburkan," kata Sentot Heryawan, rekan ayah korban.

    MUH. SYAIFULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Enam Poin dalam Visi Indonesia, Jokowi tak Sebut HAM dan Hukum

    Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan sejumlah poin Visi Indonesia di SICC, 14 Juli 2019. Namun isi pidato itu tak menyebut soal hukum dan HAM.