Pemkot Bandung Bocorkan Nama Peserta Lelang Monorel  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melintas di dalam kereta monorel yang dipamerkan di kawasan Monas, Jakarta, Rabu (26/6). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Petugas melintas di dalam kereta monorel yang dipamerkan di kawasan Monas, Jakarta, Rabu (26/6). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COBandung - Ketua Lelang Investasi Monorel Kota Bandung Dhiandini mengatakan hingga saat ini terdapat lima perusahaan yang akan bersaing menjadi pemenang lelang monorel Kota Bandung. Tiga di antara lima perusahaan tersebut merupakan perusahaan dalam negeri.

    “Kelima perusahaan kami anggap layak dari sisi administrasi,” ujar Dhiandini saat ditemui Tempo di Balai Kota Bandung di Jalan Wastukencana, Bandung, Selasa, 19 Mei 2015. Tiga perusahaan dalam negeri, kata dia, di antaranya PT LEN yang bekerja sama dengan PT Wijaya Karya (Wika). Wika berfungsi sebagai konsorsium PT Len

    Namun Dhiandini tak menyebutkan dua perusahaan dalam negeri lainnya. “Dua perusahaan dalam negeri yang lain menggandeng teknologi dari Cina,” kata Dhiandini.

    Sisanya adalah dua perusahaan asing, antara lain SMRT dari Singapura. Dia mengatakan perusahaan ini punya sepak terjang yang layak untuk mengikuti lelang monorel Bandung. Sedangkan satu perusahaan asing lainnya berasal dari Cina.

    Dhiandini mengatakan besok Pemerintah Kota Bandung akan menyeleksi kelima perusahaan dari sisi teknologi. Evaluasi ini dilakukan setelah Pemkot mengevaluasi peserta lelang dari sisi administrasi.

    Awalnya, kata dia, Korea ingin ikut bersaing dengan kelima perusahaan tersebut. Namun keinginan itu pupus setelah Korea terlambat menyerahkan persyaratan lelang.

    Sebelumnya, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan Pemerintah Kota Bandung telah menyeleksi jumlah investor yang mengajukan diri untuk mengerjakan monorel di Bandung. Saat ini sudah terdapat lima investor yang bersaing untuk mengerjakan megaproyek Bandung tersebut.

    “Soal monorel juga menjadi pembahasan barusan,” tutur Ridwan Kamil saat ditemui setelah rapat paripurna di gedung DPRD Kota Bandung di Jalan Sukabumi, Bandung, Senin, 18 Mei 2015.

    Kelima investor ini lolos karena dinilai memiliki tingkat feasibility yang tinggi. Tak hanya itu, kelimanya dinilai menawarkan waktu pengerjaan yang cepat dengan harga bersaing. “Program Dinas Perhubungan ini paling mahal sehingga kami harus hati-hati. Kalau ada kelanjutannya, segera saya umumkan. Mudah-mudahan segera membahas perencanaan detail,” ucap Ridwan Kamil.

    Ridwan Kamil mengatakan Pemkot Bandung tak berani menjanjikan waktu selesainya proyek tersebut. Menurut Ridwan Kamil, mekanisme pelaksanaan dan keinginan investor kadang tak sejalan. Dengan demikian, pemerintah dan investor memerlukan lebih banyak waktu untuk membahas proyek ini.

    PERSIANA GALIH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.