Disuruh Bekukan Syiah, Ridwan Kamil: Saya Pelajari Dulu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Bandung, Ridwan Kamil dimintai keterangan oleh wartawan, terkait warga yang ketahuan melakukan perusakan fasilitas publik di Pendopo, Bandung, 1 Mei 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Walikota Bandung, Ridwan Kamil dimintai keterangan oleh wartawan, terkait warga yang ketahuan melakukan perusakan fasilitas publik di Pendopo, Bandung, 1 Mei 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil akan mempelajari golongan Islam Syiah untuk menentukan tindakan pemerintah setelah adanya unjuk rasa di Bandung. Menurut Ridwan, sementara ini dia tak dapat bertindak apa pun karena belum memahami problematika golongan tersebut.

    “Saya belum punya komentar apa pun karena banyak ilmu yang belum saya paham. Mungkin saya pelajari dulu,” ujar Emil, sapaan akrab Ridwan, saat ditemui setelah rapat kerja Dinas Kesehatan Kota Bandung di Hotel Golden Flower, Jalan Asia Afrika, Bandung, Selasa, 19 Mei 2015.

    Siang tadi, sekitar 200 pengunjuk rasa yang mengatasnamakan Umat Islam Jawa Barat menggeruduk Balai Kota Bandung, pusat pemerintahan Kota Bandung. Mereka meminta Ridwan Kamil untuk membekukan setiap kegiatan yang diduga mengandung nilai-nilai Islam golongan Syiah. Di depan Balai Kota, Jalan Wastukencana, Bandung, mereka meneriakkan kalimat-kalimat anti-Syiah. Mereka bahkan menilai ajaran Syiah bertentangan dengan syariat Islam. Di sana, mereka meminta Ridwan Kamil untuk waspada terhadap gerakan kaum Syiah.

    Meski membuat rusuh Balai Kota Bandung, Ridwan Kamil membiarkan mereka berunjuk rasa. Menurut dia, Pemerintah Kota Bandung akan menghargai cara berpendapat warganya. “Negara ini berdiri di atas semua golongan. Jadi siapa pun warga Bandung yang sedang membela haknya, berhak untuk mengemukakan pendapat,” kata dia.

    Ridwan Kamil meminta massa tidak mencederai siapa pun selama berjalannya unjuk rasa. Ia juga meminta agar pengunjuk rasa tidak merusak fasilitas Pemkot Bandung. “Berbeda pendapat itu wajar, seperti para pendukung grup sepak bola kan suka berantem. Tapi cukup secara sehat,” ujar Ridwan Kamil.

    PERSIANA GALIH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.