Temukan AirAsia, Komandan KRI Banda Aceh Naik Pangkat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantong jenazah penumpang AirAsia QZ 8501 diangkat ke KRI Banda Aceh di perairan Laut Jawa, 2 januari 2015. TEMPO/Dian Triyuli

    Kantong jenazah penumpang AirAsia QZ 8501 diangkat ke KRI Banda Aceh di perairan Laut Jawa, 2 januari 2015. TEMPO/Dian Triyuli

    TEMPO.CO, Balikpapan – Komandan Kapal Republik Indonesia (KRI) Banda Aceh 593 Letnan Kolonel Arief Budiman mendapat promosi jabatan untuk memimpin Pangkalan TNI Angkatan Laut Tipe B Balikpapan, Kalimantan Timur.

    Promosi jabatan dan kenaikan pangkat menjadi kolonel tersebut salah satunya karena prestasi Arief menemukan bangkai pesawat Air Asia QZ 8501 yang jatuh di dasar Selat Karimata, Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, pada awal 2015.

    “TR (telegram rahasia) dari TNI AL sudah ada. Tinggal menunggu serah terima jabatan saja,” kata Komandan Pangkalan Angkatan Laut Balikpapan Kolonel Ariantyo Condro, Selasa, 19 Mei 2015.

    Menurut Condro, di lingkungan TNI AL, Arief Budiman dikenal sebagai perwira menengah yang berprestasi. Selain sukses memimpin KRI Banda Aceh, katanya, Arief juga mampu mengorganisir pencarian bangkai Air Asia sekaligus mengevakuasi korban-korbannya.

    “Mungkin penunjukan dirinya adalah salah satu bentuk reward atas prestasinya ini,” katanya. Prosesi serah terima jabatan, kata Condro, akan dilaksanakan di Pangkalan Utama TNI AL VI Makassar pada 25 Mei 2015.

    Condro sendiri berganti tugas menjadi Kepala Departemen Operasi Sekolah Komando dan Staf TNI AL di Jakarta. “Sebentar lagi prosesi serah terima jabatan dilaksanakan. Maka saat ini saya sekaligus berpamitan pada seluruh warga Balikpapan,” ujar dia.

    Condro sudah dua tahun memimpin Pangkalan TNI AL Balikpapan. Dalam tugasnya, Condro fokus mengamankan wilayah teritorial laut Indonesia dari aksi-aksi pembajakan dan pencurian kapal di kawasan Alur Laut Kepulauan Indonesia II di Selat Makassar.

    SG WIBISONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diduga Ada Enam Perkara Di Balik Teror Terhadap Novel Baswedan

    Tim gabungan kepolisian menyebutkan enam perkara yang ditengarai menjadi motif teror terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan.