Ketika Ratusan Polisi Rebutan Soto Ayam Maesaroh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Semangkuk soto ayam (kiri) dan soto daging yang ditawarkan di

    Semangkuk soto ayam (kiri) dan soto daging yang ditawarkan di "Soto Seger Mbok Giyem", Kartosuro, Sukoharjo, 28 Juli 2014. Rumah makan ini buka setiap hari mulai pukul 06.00 pagi, dan tetap berjualan saat hari raya Idul Fitri. TEMPO/Charisma Adristy

    TEMPO.CO, Jakarta - Jajaran Kepolisian Metro Jakarta Utara menggelar upacara pemberian penghargaan untuk polisi berprestasi. Menurut Kepala Polres Jakarta Utara Komisaris Besar Mohammad Iqbal, ada 24 polisi yang berprestasi di jajarannya.

    Polisi berprestasi itu berasal dari 10 anggota kesatuan Badan Pembinaan Keamanan dan Ketertiban Masrayarat serta 14 angota patroli. "Kami berikan penghargaan dan hadiah," kata dia seusai acara, Selasa, 19 Mei 2015. Namun Iqbal enggan memberitahu bentuk hadiah yang diberikan ke anggotanya.

    Usai acara penghargaan, sekitar 100 polisi itu langsung membubarkan diri. Mereka menuju meja sepanjang 3 meter yang di atasnya terdapat mangkuk styrofoam berisi nasi, ayam, bihun, dan kol. Empat bahan makanan itu merupakan isi dari soto ayam.

    Setelah itu, para polisi mengantre ke tiga gerobak soto ayam untuk mengambil kuah soto. "Ibu, saya kuahin dong," kata salah satu anggota polisi. Lainnya, ada yang meminta diberikan potongan ayam. "Ibu, saya belum ada ayamnya."

    Salah satu pemilik gerobak soto ayam, Maesaroh Kholidah, dengan sigap menyiram kuah kuning ke styrofoam. Dia pun memotong dan mengiris daging ayam sesuai permintaan polisi. "Sabar ya, Pak. Nanti dapat semuanya," katanya.

    Maesaroh mengatakan ia sudah dipanggil untuk kelima kalinya dalam rangka acara penghargaan untuk melayani sarapan pagi anggota polisi. Menurut dia, jika tidak melayani para polisi itu, Maesaroh berjualan di dekat markas Polres Jakarta Utara.

    Dendan adanya acara ini, ucap Maesaroh, dia mendapatkan rezeki dan dagangannya cepat habis. "Untuk 230 mangkuk soto ayam saya dibayar Rp 3,4 juta," katanya. "Kalau tidak ada acara ini, saya jualan bisa sampai siang."

    HUSSEIN ABRI YUSUF


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kasus Kartel Harga Tiket Pesawat Siap Disidangkan

    Komisi Pengawas Persaingan Usaha menduga mahalnya harga tiket pesawat disebabkan pasar oligopolistik. Citilink dan Lion Air diduga terlibat.