Dua Bocah di Gowa Diduga Terserang HIV/AIDS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Subekti

    TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO , Gowa: Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa menemukan dua bocah yang diduga mengidap penyakit HIV/AIDS. Satu diantaranya bahkan telah dinyatakan positif mengidap penyakit HIV/AIDS.

    "Kedua bocah ini tertular dari orang tuanya yang terkena HIV/AIDS," kata Wakil Supervisor Tuberculosis, Kusta, dan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, Hendra Dini, Senin, 18 Mei 2015.

    Bocah yang diduga mengidap HIV/AIDS itu berusia enam tahun dan kini tinggal di Kecamatan Pallangga.

    Sementara bocah lainnya yang telah dinyatakan positif mengidap HIV/AIDS juga berusia enam tahun dan tinggal di Kecamatan Bajeng. Orang tuanya kini telah meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya.

    Namun, Hendra tak mau membeberkan identitas kedua bocah tersebut. "Dia kini sudah menjalani perawatan medis sejak satu tahun terakhir," kata Hendra.

    Hendra mengatakan, pihaknya kini terus melakukan pendampingan terhadap kedua bocah yang diduga mengidap penyakit mematikan itu. Hendra mengaku sudah meminta agar bocah suspect tersebut segera diperiksa. Tapi kedua orang tuanya masih menolak.

    Ia berharap, keluarga kedua bocah itu bisa berinisiatif untuk mengobatinya. Sebab, pengobatan untuk pasien HIV/AIDS tidak dikenakan biaya.

    "Dia bisa berobat di semua rumah sakit. Tidak perlu BPJS atau apapun," jelas dia.

    Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Gowa, Muhammad Fitriady, meminta kepada Dinas Kesehatan untuk memberikan perhatian secara khusus kepada kedua bocah itu. Ia juga mengaku sudah lama mendapat laporan terkait dengan bocah yang suspect HIV/AIDS itu.

    "Kami minta Dinas terus memantau kondisi kesehatan mereka," jelas dia.

    Fitriady juga berharap agar rancangan peraturan daerah tentang tubercolosis dan penyakit menular yang saat ini tengah dibahas dapat disahkan. Jika Perda ini selesai, maka pemerintah bisa mengalokasikan anggaran khusus untuk penanganan penyakit seperti HIV/AIDS itu.

    "Kami berharap perda ini mendorong kepedulian pemerintah terhadap penanggulangan penyakit HIV/AIDS," kata dia.

    AWANG DARMAWAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.