Jelang Puasa, Harga Ayam dan Bawang Terus Meroket

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi daging ayam. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi daging ayam. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Cirebon - Mendekati bulan puasa, harga ayam potong kembali meningkat. Tidak hanya itu, harga bawang merah pun ternyata ikut mengalami kenaikan. “Sekarang harga ayam sudah mencapai Rp 32 ribu/kg,” kata Mukhlis, pedagang ayam di Pasar Pagi Kota Cirebon, Senin 18 Mei 2015.

    Padahal sehari sebelumnya harga ayam baru Rp 30 ribu/kg. Sekalipun pasokannya tetap mencukupi, namun Mukhlis mengakui jika harga ayam sudah beberapa pekan ini terus mengalami kenaikan. “Jadi mau tidak mau harga ke pelanggan pun ikut saya naikkan,” katanya.

    Kenaikan harga ayam ini, kata Mukhlis, kemungkinan disebabkan semakin mendekati bulan puasa. “Tapi, ya, memang belum masuk bulan puasa saja harganya sudah mencapai Rp 32 ribu. Nanti kalau puasa bisa lebih tinggi lagi,” katanya.

    Harga akan stagnan atau bisa turun sedikit saat bulan puasa. Namun menjelang lebaran, harga pun akan kembali tinggi. Bahkan mungkin harganya bisa lebih tinggi lagi dibandingkan dengan harga saat ini.

    Seorang penjual ayam matang keliling, Edi, mengakui tingginya harga ayam saat ini. “Mau dijual dengan harga lama, saya bisa rugi. Jual dengan harga baru, bisa-bisa tidak laku,” katanya.

    Terlebih Edi berjualan ayam matang, sehingga dibutuhkan sejumlah bumbu dapur untuk mengolah ayam tersebut. “Bawang merah pun harganya sudah selangit sekarang,” katanya. karenanya Edi pun mengambil kiat dengan memilih ayam yang ukurannya lebih kecil. Dengan begitu ia bisa tetap menjual ayam matang dengan harga yang sama dengan sebelumnya. “Banyak sih pembeli yang protes, ayamnya kok kecil. Tapi ya mau bagaimana lagi,” katanya.

    Selain harga ayam, harga bawang merah pun turut mengalami kenaikan. “Sekarang harga bawang merah sudah Rp 30 ribu/kg,”kata Darmi, penjual bawang merah di Pasar Pagi, Kota Cirebon. padahal sebelumnya harga bawang merah masih dikisaran Rp 27 ribu dan 28 ribu/kg. Darmi pun mengaku sebenarnya tidak tega menjual bawang merah dengan harga yang tinggi kepada pelanggannya. Terlebih bawang merah merupakan bahan yang selalu dipakai untuk memasak. Namun Darmi pun mengaku tidak bisa berbuat apa-apa, karena harga bawang merah dari pemasoknya saja sudah mengalami kenaikan.

    Saat ditanyakan penyebab tingginya harga bawang merah, Darmi mengaku pernah mendengar karena saat ini banyak tanaman bawang merah yang terkena hama. “karena hujan beberapa kali masih turun, hama pun menyerang tanaman bawang merah,” katanya. Sehingga panen petani pun tidak maksimal dan berpengaruh ke pasokan di pasaran. Terlebih saat ini impor bawang merah pun tidak masuk.

    IVANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.