UN SD, dari Menginap di Gereja hingga ke Makam Wali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pelajar SD berangkat Ujian Nasional (UN), melewati tanah berlumpur di Tanah Taban, Agam, Sumatera Barat, 18 Mei 2015. Puluhan pelajar SD harus berjalan kaki sekitar 3 kilometer untuk mengikuti ujian nasional, karena akses di daerah tersebut terputus akibat longsor empat bulan lalu. ANTARA/Iggoy el Fitra

    Sejumlah pelajar SD berangkat Ujian Nasional (UN), melewati tanah berlumpur di Tanah Taban, Agam, Sumatera Barat, 18 Mei 2015. Puluhan pelajar SD harus berjalan kaki sekitar 3 kilometer untuk mengikuti ujian nasional, karena akses di daerah tersebut terputus akibat longsor empat bulan lalu. ANTARA/Iggoy el Fitra

    TEMPO.COKediri - Kecemasan menghadapi ujian nasional tak hanya dirasakan siswa sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Siswa sekolah dasar di Kota Kediri tak kurang berikhtiar mencari kekuatan batin dengan mengunjungi tempat-tempat religius.

    Untuk memperkuat ketenangan batin dan mental siswa menghadapi ujian nasional, sejumlah sekolah dasar di Kota Kediri mengajak siswa kelas VI ke berbagai tempat religius. Sekolah Dasar Islam Al Huda, misalnya,a mengajak siswa mereka berziarah ke makam wali. Dengan menyewa sebuah bus wisata, mereka berdoa di makam tokoh agama Islam untuk menambah ketenangan batin. “Kata pak guru, biar tenang,” kata Sakha Bima, siswa kelas VI sekolah itu, Senin, 18 Mei 2015.

    Kegiatan serupa dilakukan siswa Sekolah Dasar Negeri Pojok yang memilih mengundang tokoh agama untuk memimpin istigasah. Bertempat di ruang pertemuan sekolah, mereka mendengarkan tausiyah seorang ustad yang diikuti dengan berdoa bersama. Harapannya sama: mendapat kemudahan dalam mengerjakan UN yang akan berlangsung mulai hari ini hingga Rabu nanti.

    Sekolah Dasar Katolik Frateran Kota Kediri juga tak tinggal diam. Demi memberikan ketenangan dan kekuatan spiritual anak didiknya, pihak sekolah itu mengajak siswa kelas VI bermalam di kompleks Gereja Puhsarang di Desa Semen, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Selain berdoa, siswa-siswi ini juga mendapat pencerahan dari seorang pendeta agar lebih tenang mengerjakan soal ujian nasional. “Saya bersama Ibu bermalam di gereja,” kata Evania, siswa SDK Frateran.

    Bagi siswa kelas VI, ujian nasional masih menjadi momok. Meski sudah mempersiapkan materi pelajaran dengan baik, tak sedikit dari mereka yang masih cemas tidak bisa mengerjakan soal ujian. Karena itu, selain melakukan kegiatan di atas, mereka menambah intensitas belajar di tempat bimbingan belajar di luar sekolah.

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.