Sekolah Ambruk, Siswa SD Ujian Nasional di Teras Rumah Warga  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pelajar SD berangkat Ujian Nasional (UN), melewati tanah berlumpur di Tanah Taban, Agam, Sumatera Barat, 18 Mei 2015. Puluhan pelajar SD harus berjalan kaki sekitar 3 kilometer untuk mengikuti ujian nasional, karena akses di daerah tersebut terputus akibat longsor empat bulan lalu. ANTARA/Iggoy el Fitra

    Sejumlah pelajar SD berangkat Ujian Nasional (UN), melewati tanah berlumpur di Tanah Taban, Agam, Sumatera Barat, 18 Mei 2015. Puluhan pelajar SD harus berjalan kaki sekitar 3 kilometer untuk mengikuti ujian nasional, karena akses di daerah tersebut terputus akibat longsor empat bulan lalu. ANTARA/Iggoy el Fitra

    TEMPO.COSampang - Siswa Sekolah Dasar Negeri Kotah 2, Dusun Gindejeh, Desa Kotah, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, terpaksa mengikuti ujian nasional di teras rumah warga, Senin, 18 Mei 2015. Sebanyak 14 siswa sekolah itu terpaksa mengungsi ke sana karena ruang kelas mereka sudah lama ambruk.

    "Ambruknya sejak tiga bulan lalu," kata Taufik Hidayat, guru di SDN Kotah 2, Senin, 18 Mei 2015. Dia mengatakan ada lima ruang kelas di sekolahnya yang ambruk. 

    Menurut Taufik, jauh hari sebelum ujian nasional digelar, pihak sekolah sudah meminta rehabilitasi, meski hanya sebagian, agar para siswa bisa ujian nasional secara layak. Permintaan ditujukan kepada Dinas Pendidikan Sampang. "Tapi, sampai UN digelar, belum ada tindakan apa-apa," ujarnya.

    Taufik menjelaskan lima ruangan yang ambruk tersebut terdiri atas tiga ruang kelas, satu ruang kantor guru, dan satu ruang untuk perpustakaan. Kata Taufik, ambruknya ruangan-ruangan itu karena faktor alam. Tanah fondasi tiba-tiba longsor setelah diguyur hujan deras. "Padahal bangunan yang ambruk tersebut sudah direhabilitasi pada 2013."

    Kepala Bidang Kurikulum dan Mutu Pendidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang Arif Budiansor mengaku pihaknya sudah menyiapkan anggaran untuk renovasi total gedung SDN Kotah 2. Namun rehabilitasi baru bisa dilakukan tahun ini. "Kami sudah berusaha mencarikan solusi, tapi baru disetujui tahun ini," tuturnya. 

    Data Dinas Pendidikan Sampang menyebutkan ujian nasional SD sederajat tahun 2015 diikuti 17.688 siswa. Taufik pun berusaha menghibur dengan menyatakan ujian nasional hari pertama untuk 14 siswanya berjalan lancar.

    MUSTHOFA BISRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diduga Ada Enam Perkara Di Balik Teror Terhadap Novel Baswedan

    Tim gabungan kepolisian menyebutkan enam perkara yang ditengarai menjadi motif teror terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan.