Bergaul dengan ABK, Wanita Ini Berbicara 4 Bahasa ASEAN

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak buah kapal asal Myanmar, Laos, dan Kamboja, yang bekerja di PT. PBR Benjina tiba di PPN Tual, Maluku, 4 April 2015. ANTARA/Humas Kementerian Kelautan Perikanan

    Sejumlah anak buah kapal asal Myanmar, Laos, dan Kamboja, yang bekerja di PT. PBR Benjina tiba di PPN Tual, Maluku, 4 April 2015. ANTARA/Humas Kementerian Kelautan Perikanan

    TEMPO.COBenjina - Ada pepatah berbunyi "pengalaman adalah guru yang paling hebat". Tampaknya pepatah tersebut dapat menjadi contoh nyata dalam hal mempelajari bahasa asing.

    Yunita Titerlolobi, warga Tual, Provinsi Maluku, mengatakan dia menguasai empat bahasa asing di luar bahasa Indonesia, yaitu Thailand, Myanmar, dan Kamboja. 

    "Saya belajar langsung dari anak buah kapal (ABK) yang warga negara asing yang bekerja di Tual," kata ujar Yunita di Benjina, Minggu, 17 Mei 2015.

    Perempuan 24 tahun tersebut banyak bertemu anak buah kapal asing. Bahasa Thailand adalah bahasa yang paling pertama dikuasainya. Musababnya, ABK yang bermukim di sekitar kepulauan Arafuru kebanyakan berasal dari Negeri Gajah Putih tersebut. Bahasa Myanmar adalah bahasa kedua yang dikuasai dengan alasan yang sama.

    Kini, Yunita tinggal di kawasan Rumah Kayu Tengah, Benjina, Aru Tengah—tempat yang sudah didiaminya selama lima tahun terakhir. Berlima, Yuni tinggal di rumah semipermanen bersama suaminya, Ouk Kosal, yang warga Kamboja.

    Bersama suami, Yuni dikaruniai tiga anak perempuan bernama Anatasya Titirlolobi, 6 tahun, Juwita Titirlolobi (3), Godalifa Titirlolobi (5). "Saya belajar bahasa Kamboja dari suami saya, seperti suami saya belajar bahasa Indonesia dari saya," ujarnya.

    ANDI RUSLI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.