Reshuffle: Kubu Mega dan JK Ngotot: Rini dan Andi Terancam?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Spanduk berisi struktur kabinet kerja terpampang saat konferensi pers Jaringan Relawan Aswaja, di Jakarta, 27 Februari 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Spanduk berisi struktur kabinet kerja terpampang saat konferensi pers Jaringan Relawan Aswaja, di Jakarta, 27 Februari 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta -Perombakan gencar diteriakkan oleh partai penyokong Jokowi, terutama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Belakangan, Wakil Presiden Jusuf Kalla juga getol menyuarakan perlunya reshuffle. Sasaran utamanya ada tiga: Kepala Kantor Staf Presiden Luhut Panjaitan, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, dan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto.

    Bagi kalangan PDIP, pencopotan Andi dan Rini tak bisa ditawar lagi. “Bukan digeser, tapi diganti,” kata seorang petinggi PDIP. Nama Luhut belakangan tak dikaitkan lagi. Partai menyadari Luhut amat dekat dengan Jokowi sehingga sulit meminta Presiden menggantinya.

    Menurut sumber Tempo di PDIP, partai ini kecewa terhadap Rini dan Andi. Partailah yang mempertemukan Rini dan Andi dengan Jokowi. Rini dan Andi adalah anggota “Tim Sebelas”, tim yang dibentuk Megawati untuk menyiapkan pencalonan Jokowi sebagai presiden. Setelah Jokowi terpilih, Rini dan Andi dianggap tak bisa menjadi jembatan Teuku Umar—kediaman Megawati—ke Istana.

    Ketika dimintai keterangan, Andi enggan berkomentar mengenai perombakan. Tapi ia mengakui telah diminta Jokowi untuk lebih banyak bekerja di belakang meja. “Mestinya saya memang tidak muncul di pemberitaan. Saya itu back office. Tapi, selama menyiapkan tim komunikasi Presiden, saya ditugaskan untuk memberikan informasi,” katanya.

    Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan isu sensitif itu berpotensi mengganggu kinerja menteri-menteri di kabinet. "Kami mengharapkan presiden menanggapi, karena ini menciptakan ketidakpastian di lingkungan Kabinet Kerja," kata Hasto di Gedung Komisi Pemilihan Umum, Selasa, 12 Mei 2015.

    Ditemui Tempo seusai setelah acara pertemuan dengan pimpinan perusahaan- perusahaan Inggris yang berlangsung siang hari di Asia House pada tanggal 14 Mei 2015 di London, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa masyarakat Indonesia tentu saja mengharapkan kinerja yang baik daripada anggota kabinet di pemerintahan.

    “Apabila ada menteri dengan kinerja dibawah dari yang diharapkan sebagai kabinet presidensial tentu perlu dilakukan perombakan-perombakan”, ujar Kalla.

    Presiden Joko Widodo hanya terkekeh ketika ditanya Tempo ihwal perombakan menteri Kabinet Kerja. Dia malah balik bertanya mengenai siapa pembantunya yang mesti diganti. “Menurutmu siapa?” kata Jokowi, Rabu pekan lalu.

    ANANDA TERESIA I GRACE

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.