Kronologi Erri Terjatuh ke Kawah Gunung Merapi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendaki memadati puncak Gunung Merapi untuk melihat pesona kawah dan matahari terbit di Gunung Merapi, Boyolali, Jawa Tengah, 17 Agustus 2014. Gunung dengan ketinggian 2968 mdpl, ramai dikunjungi para pendaki untuk merayakan HUT RI ke-69 di puncak Merapi. ANTARA/Teresia May

    Pendaki memadati puncak Gunung Merapi untuk melihat pesona kawah dan matahari terbit di Gunung Merapi, Boyolali, Jawa Tengah, 17 Agustus 2014. Gunung dengan ketinggian 2968 mdpl, ramai dikunjungi para pendaki untuk merayakan HUT RI ke-69 di puncak Merapi. ANTARA/Teresia May

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Atma Jaya Yogyakarta Palawa, Revi Serviyani, 21 tahun, mengatakan Erri Yunanto jatuh ke kawah Gunung Merapi saat hendak turun dari tebing bekas puncak Garuda. Saat itu, Erri turun merangkak dari tebing namun tebing pijakan di kaki kanannya ambrol. "Jatuhnya ke arah kanan," kata Revi saat dihubungi Tempo, Minggu, 17 Mei 2015.

    Erri Yunanto, 21 tahun, mahasiswa semester VI Fakultas Teknik Universitas Atmajaya Yogyakarta jatuh ke kawah Gunung Merapi, pada Sabtu pagi, 16 Mei 2015. (Baca: Pendaki yang Jatuh ke Kawah Merapi Dipastikan Tewas)

    Revi menuturkan, kronologi jatuhnya Erri itu diperoleh dari keterangan Dicky yang menemani Erri sampai ke bekas puncak Garuda. Awalnya, rombongan Erri berjumlah enam orang. Empat orang itu hanya sampai di pos Pasar Bubrah Gunung Merapi jalur pendakian Selo, Boyolali. Erri dan Dicky kemudian melanjutkan perjalanan ke bekas puncak Garuda pada pukul 09.00 WIB, Sabtu 16 Mei 2015. "Erri berfoto di tebing bekas puncak Garuda," kata Revi.

    Revi menjelaskan, rombongan Erri berangkat dari Yogyakarta pada Jumat malam 15 Mei 2015. Baru pada pukul 04.00 WIB, Sabtu, 16 Mei 2015, keenam orang tersebut mulai mendaki lewat pos Selo, Boyolali. "Pendakian mereka legal karena lewat basecamp dan bayar retribusi," kata Revi.

    Pada kesempatan berbeda, Kepala Polsek Selo Ajun Komisaris Yadiyo mengatakan Erri Yunanto, mendaki ke puncak Merapi bersama lima orang temannya melalui Dukuh Plalangan, Desa Lencoh, Selo, Boyolali, Jumat, 15 Mei 2015, pukul 22.30 WIB.

    Keenam pendaki tersebut setibanya di pos II terpisah, tiga orang mendirikan tenda dan tiga lainnya melanjutkan perjalanan ke lokasi Pasar Bubrah. Erri bersama dua temannya tiba di Pasar Bubrah, Sabtu, 16 Mei 2015, pukul 03.30 WIB, dan ketiganya sempat istirahat.

    Erri bersama seorang temannya kemudian melanjutkan perjalanan ke puncak Merapi, satu lainnya menunggu sembari istirahat di tenda Pasar Bubrah. Pukul 11.00 WIB, Erri dan temannya tiba di puncak Garuda, lalu sempat berfoto.

    Namun, saat Erri berjalan turun dari puncak terpeleset dan jatuh ke arah selatan ke dalam kawah. Teman Erri kemudian turun meminta tolong pendaki lainnya di pos II untuk melaporkan kejadian itu, ke petugas di base camp New Selo. Tim SAR gabungan baru bisa melakukan pencarian pada Minggu pagi, sebab lokasi kejadian medan sangat berat dan berbahaya.

    Wakil Rektor 3 Universitas Atma Jaya Yogyakarta, R. Sigit Widiarto mengatakan perjalanan Erri dan teman-temannya ke Merapi bukan sebagai acara dari Tim Palawa universitas. "Erri Yunanto berangkat atas nama pribadi dan bukan sebagai anggota tim Palawa UAJY," ujarnya. Meski demikian, kata Sigit, tim PALAWA UAJY turun tangan untuk membantu pencarian Erri bergabung dengan TIM SRU 3.

    KHAIRUL ANAM | NIEKE INDRIETTA | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.