Dari Mana Sumber Dana Jambore Relawan Jokowi?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perwakilan relawan Jokowi Roy Maningkas (Bara JP) (Kiri) dan Mustar Bonaventura (Pospera) memberikan keterangan kepada wartawan tentang pelaksanaan Jambore Komunitas Relawan Jokowi di Jakarta, 11 Mei 2015. Jambore Komunitas Relawan Jokowi akan berlangsung 15-17 Mei 2015 di bumi perkemahan Cibubur. ANTARA/Prasetyo Utomo

    Perwakilan relawan Jokowi Roy Maningkas (Bara JP) (Kiri) dan Mustar Bonaventura (Pospera) memberikan keterangan kepada wartawan tentang pelaksanaan Jambore Komunitas Relawan Jokowi di Jakarta, 11 Mei 2015. Jambore Komunitas Relawan Jokowi akan berlangsung 15-17 Mei 2015 di bumi perkemahan Cibubur. ANTARA/Prasetyo Utomo

    TEMPO.CO, Jakarta - Jambore Komunitas Juang Relawan Jokowi digelar di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, 15-17 Mei 2015. ‎Ketua Dewan Pengurus Pusat Partai Demokrasi Indonesia Andreas Pareira membantah jika pendanaan jambore ini berasal dari kas partai. ‎

    "Bukan dana partai. Acara ini murni swadaya para relawan," kata Andreas saat menghadiri Jambore Komunitas Juang Relawan Jokowi di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu, 16 Mei 2015.

    Acara jambore tersebut direncanakan berlangsung dari tanggal 15-17 Mei 2015 dengan tujuan untuk melakukan konsolidasi para relawan. Sebanyak 15 komunitas relawan Jokowi tampak hadir dalam acara itu. Mereka di antaranya Bara JP, Projo, Seknas Jokowi, Relawan Merah Putih, Pospera, Cemara 19, Cakra Naga, Arus Bawah Jokowi, Srikandi Jokowi, EP For Jokowi, Gerakan Relawan Jokowi, Kebangkitan Indonesia Baru, Sekber Jokowi, Kawan Jokowi, serta Gerakan Nasional Rakyat.

    Menurut Andreas, walaupun pemilihan presiden telah usai, relawan harus tetap mengawal pemerintahan Jokowi dan memastikan programnya bisa berjalan dengan baik.

    Roy Maningkas, relawan dari salah satu komunitas pendukung Jokowi, Bara JP, juga mengatakan reshuffle merupakan hak prerogatif Jokowi. ‎"Tugas kami hanya mengingatkan kepada kepada presiden bahwa Trisakti dan Nawa Cita harus tetap dijalankan," kata dia.

    Roy mengakui selama ini memang banyak gangguan yang menghambat program Nawa Cita dan Trisakti Jokowi. ‎Kendala tak hanya dari internal pemerintah, tapi juga faktor eksternal. "Di awal pemerintahan memang konsolidasi politik sempat menghambat, tapi sudah selesai. Saat ini yang harus dihadapi adalah ekonomi global."

    FAIZ NASHRILLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Memberangkatkan 529 Kloter pada Musim Haji 2019

    Pada musim haji 2019, Indonesia memberangkatkan 529 kelompok terbang, populer disebut kloter, yang akan dibagi dalam dua gelombang.