Seluruh Siswa SMA Subang Lulus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siswi SMK mengecat seragam rekannya saat merayakan kelulusan ujian tahun 2015 di Denpasar, 15 Mei 2015. Meski telah dihimbau untuk tidak melakukan aksi corat-coret, tetapi sejumlah siswa di Bali masih banyak yang melakukannya. ANTARA FOTO

    Siswi SMK mengecat seragam rekannya saat merayakan kelulusan ujian tahun 2015 di Denpasar, 15 Mei 2015. Meski telah dihimbau untuk tidak melakukan aksi corat-coret, tetapi sejumlah siswa di Bali masih banyak yang melakukannya. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO , Subang -- Sebanyak 14.849 peserta ujian nasional tingkat SMA dan sederajat di Subang, Jawa Barat, dinyatakan lulus 100 persen. "Alhamdulillah tak ada yang ketinggalan (lulus semua)," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, E.Kusdinar, saat dihubungi Tempo, Sabtu, 16 Mei 2015.

    Kusdinar merinci, dari total 14.849 siswa yang lulus, 5.278 siswa SMA, 8.323 siswa SMK, dan 1.248 siswa madrasah aliyah. Pengumuman kelululusan UN dilakukan pada Jumat, 15 Mei 2015.

    Kusdinar menjelaskan, pelaksanaan pengumuman UN dilakukan dengan dua cara, yakni melalui pemberitahuan via surat melalui kantor pos ke rumah-rumah siswa. Sedangkan cara lainnya adalah langsung memanggil para orang tuanya ke sekolah tanpa membawa anaknya.

    Cara tersebut dilakukan, menurut Kusdinar, agar tidak terjadi praktek-praktek negatif yang dilakukan para siswa dengan alasan merayakan kelulusan sekolahnya. Contohnya aksi corat-coret ataupun konvoi sepeda motor.

    Kepala Madrasah Aliyah Negeri Subang, Yayan Irmayani, mengatakan, berkat persiapan yang matang, semua siswa peserta UN dari sekolahnya lulus. "Alhamdulillah, lulus 100 persen," ujar Yayan.

    Seorang siswa yang lulus UN, Iqbal, tak merayakan kelulusan dengan cara berlebihan. "Cukup bersyukur syukur saja bersama teman-teman dan berterima kasih kepada para guru," ujar Iqbal.

    Ia mengaku tak terperangkap aksi corat-coret, apalagi konvoi kendaraan, karena sebelumnya sudah diingatkan oleh guru dan kepala sekolah. 

    NANANG SUTISNA


  • UN
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kasus Kartel Harga Tiket Pesawat Siap Disidangkan

    Komisi Pengawas Persaingan Usaha menduga mahalnya harga tiket pesawat disebabkan pasar oligopolistik. Citilink dan Lion Air diduga terlibat.